JABAR EKSPRES – Banjir yang melanda kawasan RW 03 Rancabolang, Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, hingga Selasa (hari keempat), belum juga surut. Genangan air yang bertahan selama empat hari ini berdampak pada sedikitnya 248 kepala keluarga (KK).
Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan masih cukup tinggi dan merendam rumah warga, jalan lingkungan, serta fasilitas umum. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga lumpuh, sementara sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan kondisi serba terbatas.
Selain merendam permukiman, banjir juga memicu persoalan lain yang tak kalah mendesak, yakni krisis air bersih dan air minum. Warga mengaku kesulitan mendapatkan air layak konsumsi karena sumur dan sumber air yang biasa digunakan telah tercemar oleh air banjir.
Baca Juga:Warga Cijagra Terisolasi, Perahu Jadi Andalan di Tengah Banjir BojongsoangBanjir Dayeuhkolot Belum Surut, Warga Nekat Terobos Genangan Demi Beraktivitas
“Kami sangat kesulitan air bersih, apalagi untuk minum. Air sumur sudah tidak bisa digunakan karena keruh dan tercampur air banjir,” ujar salah seorang warga setempat.
Kondisi ini membuat warga sangat bergantung pada bantuan dari pihak luar, baik pemerintah maupun relawan. Namun, hingga saat ini bantuan air bersih dinilai masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga terdampak.
Menanggapi situasi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tedy Rusmawan, mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk segera mengambil langkah konkret dan terkoordinasi dalam menangani banjir di kawasan tersebut.
“Kami mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan konsolidasi terkait dengan penanganan terpadu di kawasan Rancabolang, Derwati ini,” ujar Tedy mengutip unggahan instagramnya, Selasa (14/4).
Ia menekankan bahwa penanganan banjir tidak cukup dilakukan secara parsial atau sementara, melainkan membutuhkan upaya terpadu lintas sektor.
Menurutnya, perlu ada koordinasi antara dinas terkait, termasuk penanganan drainase, normalisasi saluran air, hingga evaluasi tata ruang kawasan.
Lebih lanjut, Tedy juga meminta agar kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama, terutama distribusi air bersih, logistik, serta layanan kesehatan.
Baca Juga:Sungai Citarum Meluap, Banjir Kembali Genangi Jalan Raya DayeuhkolotCuaca Ekstrem di Kabupaten Bandung: Pohon Tumbang, Banjir hingga Puluhan Rumah Rusak
Sementara itu, warga berharap pemerintah segera turun tangan lebih intensif untuk mengatasi genangan yang tak kunjung surut. Mereka juga meminta adanya solusi permanen agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
