Soal Proyek Penataan Halaman Gedung Sate, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi!

Legislator Maulana Yusuf: Penataan Halaman Gedung Sate Bertentangan dengan Efisiensi dan Kebudayaan!
Pekerja menyelesaikan proyek penggantian pavling block di plaza Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (14/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara terkait proyek penataan Halaman Gedung Sate yang akan rata dengan Lapangan Gasibu sehingga akan memudahkan aksi demonstrasi.

Hal itu diungkapkan Rabu (15/4). Ia menguraikan, penataan itu untuk memudahkan akses ke Gedung Sate.

“Agar akses Halaman Gedung Sate-nya terbangun dengan baik,” jelasnya.

Dedi Mulyadi melanjutkan, penataan juga dalam upaya mengakomodasi aksi unjuk rasa di halaman Gedung Sate.

Baca Juga:Legislator: Penataan Halaman Gedung Sate Bertentangan dengan Efisiensi dan Kebudayaan!Ambisi Dedi Mulyadi Satukan Halaman Gedung Sate dan Gasibu Telan Belasan Miliar

“Setiap terjadi unjuk rasa itu Jalan Diponegoro ditutup. Akhirnya terjadi kemacetan di Kota Bandung yang parah, sehingga nanti ke depan tidak akan pernah itu terjadi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, secara konsep, jalan Diponegoro akan dibuat melingkar. Nanti muter ke depan Pullman dan belok kanan.

“Nanti sebagian Gasibu digunakan untuk jembatan di ujungnya, jadi lebih baik. Demo tetap boleh di Gedung Sate tapi tidak mengganggu lalu lintas,” jelasnya.

Menurut Dedi Mulyadi, dengan penataan itu halaman Gedung Sate akan jauh lebih bagus. Desainnya tinggi halaman Gasibu itu sama dengan tinggi halaman Gedung Sate.

“Jangan nyebut plaza, masyarakat enggak ngerti. Karena selama ini ketika ngomong plaza dianggapnya bangunan. Halamannya (Gedung Sate) nanti terbuka lebih luas, lebih lebar, dan Gasibu tidak menjadi halaman Pullman,” tutupnya.

Dari sisi anggaran, proyek ini telah disiapkan dengan alokasi yang tidak sedikit. Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Jawa Barat, terdapat lelang jasa konsultasi pengawasan untuk proyek plaza depan Gedung Sate–Gasibu dengan nilai sekitar Rp464 juta.

Sementara itu, mengacu pada data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, total anggaran yang disiapkan untuk pekerjaan penataan kawasan tersebut mencapai sekitar Rp15,037 miliar.(son)

0 Komentar