JABAR EKSPRES – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat, menilai jika saat ini wilayah Kabupaten Bandung sedang berada di fase krisis ekologis.
Direktur Eksekutif WALHI Jawa Barat, Wahyudin menyatakan, keprihatinan mendalam terhadap masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bandung.
“Saya juga menegaskan bahwa banjir yang merendam wilayah Sapan, Rancatunjung, hingga Sapan Cikeruh pada 12 April 2026 merupakan bukti nyata kegagalan tata kelola ruang di Kabupaten Bandung,” katanya kepada Jabar Ekspres, Senin (13/4/2026).
Baca Juga:Banjir Dayeuhkolot Capai 1 Meter, Perahu Jadi Andalan Warga Kampung Bojongasih untuk BeraktivitasBanjir Dayeuhkolot Belum Surut, Warga Nekat Terobos Genangan Demi Beraktivitas
Pria yang akrab disapa Iwang itu berujar, jika bencana yang melanda Kabupaten Bandung bukan sekadar faktor alam, melainkan dampak langsung dari rusaknya ekosistem Sungai Citarik dan sistem drainase yang buruk.
Diketahui, angin kencang disertai hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung pada Selasa (7/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026) malam, memicu rangkaian bencana banjir dan tanah longsor.
Bencana yang menerjang itu menyapu sejumlah kecamatan secara bersamaan. Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan BPBD Kabupaten Bandung, bencana banjir terjadi di Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, serta di Jalan Tanggulun Ibun, Desa Tanggulun, Kecamatan Ibun.
Sementara itu, peristiwa longsor terjadi di Jalan Raya Pacet-Cibereum, Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari; di Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan, serta di beberapa titik di Kecamatan Pacet, mencakup Desa Pangauban, Desa Cikitu, Desa Girimulya, dan Desa Mandalahaji.
Kejadian longsor tambahan juga tercatat di Kampung Balekambang RT 003 RW 016, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya.
Di Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, warga terdampak mencapai 406 kepala keluarga atau sekitar 1.413 jiwa dari RW 01 dan RW 02 Kampung Rancabali.
Banjir juga menggenangi Jalan Tanggulun Ibun, Kecamatan Ibun, dengan dampak yang dirasakan warga RW 04 sebanyak 250 kepala keluarga, RW 05 sebanyak 200 kepala keluarga, dan RW 07 sebanyak 150 kepala keluarga.
Baca Juga:Tanggul Jebol Picu Banjir di Margahayu, Bupati Bandung Dorong Penanganan PentahelixSungai Citarum Meluap, Banjir Kembali Genangi Jalan Raya Dayeuhkolot
Di Kecamatan Pacet, longsor mengakibatkan dua unit rumah terdampak dan tiga rumah terputus akses jalannya di Desa Pangauban.
Di Desa Cikitu, tiga unit rumah terdampak dan empat rumah terancam, serta dua kepala keluarga terpaksa mengungsi.
Di Desa Mandalahaji, satu rumah roboh dan dua kepala keluarga dengan sembilan jiwa harus meninggalkan tempat tinggal mereka.
