Banjir Dayeuhkolot Capai 1 Meter, Perahu Jadi Andalan Warga Kampung Bojongasih untuk Beraktivitas

Warga Kampung Bojong Asih, Dayeuhkolot saat melintasi banjir menggunakan perahu. Foto Agni Ilman Darmawan
Warga Kampung Bojong Asih, Dayeuhkolot saat melintasi banjir menggunakan perahu. Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kampung Bojongasih RW 04, Desa Dayeuhkolot menjadi salah satu titik terparah banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Senin (13/4/2026).

Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai sekitar 100 sentimeter akibat meluapnya Sungai Cipalasari dan Cigede.

Genangan yang cukup dalam membuat aktivitas warga lumpuh. Sejumlah warga terpaksa menggunakan perahu untuk berangkat kerja maupun sekolah.

Baca Juga:Kang Eful Dorong Ketahanan Pangan untuk Pemenuhan Gizi Keluarga Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Berdasarkan pantauan di lokasi, perahu menjadi satu-satunya akses mobilitas bagi warga yang tinggal di titik terdalam. Sementara warga di area dengan genangan lebih rendah memilih berjalan kaki sambil menenteng sepatu dan melipat celana.

Berdasarkan data Desa Dayeuhkolot, ketinggian air di Kampung Bojongasih RW 04 mencapai 100 hingga 150 sentimeter, sedangkan di RW 05 berkisar antara 3 hingga 100 sentimeter.

Di Kampung Babakan Sangkuriang RW 01, ketinggian air mencapai 100 hingga 150 sentimeter. Kemudian di Kampung Citeureup RW 02 berkisar 80 hingga 120 sentimeter, dan Kampung Cilisung RW 03 mencapai 120 hingga 160 sentimeter.

Sementara itu, di Kampung Kaum RW 09 hingga RW 12, ketinggian air berkisar antara 20 sampai 70 sentimeter. Untuk mengamankan kendaraan, warga memindahkannya ke lokasi yang lebih tinggi.

Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, mengatakan banjir di wilayahnya berdampak pada ribuan warga.

“Total warga terdampak mencapai 4.800 keluarga atau 14.400 jiwa. Sementara yang mengungsi saat ini 14 keluarga atau 38 jiwa,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, para pengungsi terdiri dari berbagai kelompok, mulai dari dewasa, anak-anak, lansia, hingga penyandang disabilitas, serta warga yang sedang sakit.

Baca Juga:Kuliah S2 Sambil Kerja, MM UM Bandung Sasar Alumni Aktif dengan Skema BeasiswaProdusen AMDK Lokal TGM99 Tawarkan Kemasan Lengkap dan Peluang Maklon

“Yang mengungsi itu dewasa 21 orang, anak-anak 2 orang, lansia 5 orang, disabilitas 1 orang, siswa SD 4 orang, siswa SMP 4 orang, dan siswa SMA 1 orang. Kemudian ada pengungsi yang sakit 4 orang,” tambahnya.

0 Komentar