Adapun menu MBG saat kejadian terdiri dari nasi, ayam berbumbu, sayuran seperti wortel dan mentimun, serta buah melon.
Sebagai tindak lanjut, operasional SPPG dihentikan sementara selama dua hari untuk evaluasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui koordinator kecamatan.
“SPPG tersebut disuspensi dulu dua hari untuk evaluasi. Kita tunggu hasil evaluasi BGN,” jelas Asep.
Baca Juga:Pemkab Bogor Tertibkan Anak Jalanan, Mayoritas Pendatang Akan Dipulangkan ke KeluargaPolisi Gagalkan Peredaran Obat Keras Ilegal di Klapanunggal, Ribuan Pil Disita
Ia juga menginstruksikan pihak SPPG untuk bertanggung jawab penuh, termasuk memantau kondisi penerima manfaat serta meminta maaf secara langsung ke setiap sasaran.
“Saya minta SPPG untuk memantau, kemudian legowo meminta maaf, dan memperbaiki evaluasi secara menyeluruh agar tidak terulang lagi,” katanya.
Terkait isu kejadian serupa sebelumnya, Asep menegaskan bahwa kasus makanan diduga basi baru pertama kali terjadi. Namun, ia mengakui sebelumnya sempat ada keluhan lain dari masyarakat.
“Kalau kejadian makanan basi mah baru kemarin. Yang sebelumnya mah lebih ke komplain, seperti porsi kecil atau kurang matang,” pungkasnya.
Saat ini, pihak Puskesmas juga telah turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan kondisi siswa tetap aman.
