JABAR EKSPRES – Bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung pada Selasa (7/4) malam. Selain banjir akibat luapan Sungai Citarum, longsor juga terjadi di beberapa kecamatan dan sempat memutus akses jalan.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, menegaskan bahwa banjir yang terjadi di wilayah Majalaya bukan banjir bandang.
“Bukan banjir bandang, itu sebenarnya banjir luapan dari Sungai Citarum, yang berdampak terhadap dua desa di Kecamatan Majalaya, Desa Majakerta dan Desa Majalaya,” ujar Asep, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga:KA Ciremai Anjlok di Cikalongwetan-Bandung Barat Usai Tabrak LongsorDiguyur Hujan Deras, Longsor Sempat Tutup Jalur Nagreg
Ia menyebutkan, selain di Majalaya, banjir juga terjadi di Kecamatan Ibun.
Berdasarkan laporan BPBD, banjir di Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, merendam ratusan kepala keluarga. Di RW 01 Kampung Rancabali tercatat 281 KK atau 891 jiwa terdampak, sementara di RW 02 sebanyak 125 KK atau 522 jiwa. Banjir juga merendam akses jalan di wilayah tersebut.
Sementara itu, di Desa Tanggulun, Kecamatan Ibun, banjir berdampak pada sedikitnya 600 KK, masing-masing 250 KK di RW 04, 200 KK di RW 05, dan 150 KK di RW 07.
Meski demikian, banjir dilaporkan berangsur surut pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.25 WIB dan akses kendaraan sudah kembali normal, meski menyisakan lumpur.
“Anggota juga sekarang lagi pembersihan lumpur di sana,” kata Asep.
Di sisi lain, bencana longsor terjadi di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Raya Pacet–Cibereum, Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari.
Asep mengungkapkan, longsor tersebut sempat memutus akses jalan provinsi yang menghubungkan Ciparay dan Kertasari.
Baca Juga:Jalur Nagreg Lumpuh Total Tertutup Material Longsor dan Bongkahan BatuKorban Longsor dan Penggusuran Kampung Ciburial Terima Kompensasi dari Pemprov
“Saya sendiri sedang menangani longsor yang memutus jalur antara Ciparay dan Kertasari. Ini saya lagi di jalur longsor Kertasari,” ungkapnya.
Material longsoran dengan panjang 25 meter, tinggi 5 meter, dan lebar 5 meter menutup sebagian badan jalan. Namun, proses pembersihan telah dilakukan dan akses mulai kembali terbuka.
“Alhamdulillah ini sekarang sudah beres untuk evakuasi material longsoran oleh PUPR,” ujarnya.
Penanganan dilakukan menggunakan alat manual sebelum alat berat diterjunkan, serta dibantu penyemprotan air oleh Dinas Pemadam Kebakaran.
“Petugas membersihkan longsoran dengan alat seadanya dibantu masyarakat setempat dengan cara gotong royong,” tambahnya.
