Selain di Kertasari, longsor juga terjadi di Kecamatan Pangalengan, tepatnya di Desa Tribaktimulya. Di Kampung Patrol, longsor terjadi di empat titik dan mengancam sedikitnya tiga rumah warga.
Longsor juga terjadi di Kampung Rancagadog yang mengancam satu unit rumah dan merusak akses jalan desa.
Di Kecamatan Pacet, longsor berdampak cukup luas. Di Desa Pangauban, dua rumah terdampak dan tiga rumah terputus akses jalannya.
Baca Juga:KA Ciremai Anjlok di Cikalongwetan-Bandung Barat Usai Tabrak LongsorDiguyur Hujan Deras, Longsor Sempat Tutup Jalur Nagreg
Di Desa Cikitu, tiga rumah terdampak dengan total tiga KK atau 15 jiwa, termasuk lansia dan balita, serta empat rumah lainnya terancam. Dua KK dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sementara di Desa Mandalahaji, satu rumah dilaporkan roboh dan dua KK atau sembilan jiwa terdampak. Kerusakan juga terjadi pada tembok sayap jembatan. Dua KK terpaksa mengungsi karena khawatir terjadi longsor susulan.
Longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, tepatnya di Kampung Balekambang. Bantaran sungai di wilayah tersebut tergerus sepanjang 20 meter dengan kedalaman mencapai 8 meter.
Secara umum, seluruh kejadian bencana dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang. BPBD bersama instansi terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari koordinasi lintas wilayah, assessment, hingga pembersihan material dan evakuasi warga terdampak.
Asep memastikan, penanganan darurat masih terus dilakukan dan data dampak masih terus diperbarui.
“Iya, untuk sementara ini masih berlanjut untuk asesmen, kita terus-terus asesmen dan penanganan darurat,” katanya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
