JABAR EKSPRES – Sebanyak 598 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bandung Barat mengikuti penilaian kompetensi yang mengacu pada regulasi manajemen talenta ASN.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jawa Barat-Banten selama dua hari, Selasa (7/4/2026) hingga Rabu (8/4/2026).
Kepala BKPSDM KBB, Rega Wiguna, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Baca Juga:Pemkab Bandung Barat Uji Pola Kerja Fleksibel ASNTarget WTP, Pemkab Bandung Barat Dorong Kinerja ASN Lebih Akuntabel
“Penilaian kompetensi ini menjadi langkah konkret untuk mengetahui kemampuan PNS di berbagai bidang, mulai dari manajerial, sosial kultural, literasi digital, hingga kemampuan baru atau emerging skills,” kata Rega, Selasa.
Rincian peserta penilaian terdiri dari 122 Pejabat Fungsional Ahli Madya, 112 Pejabat Administrator, 185 Pejabat Pengawas, 174 Pelaksana, serta 5 Pejabat Fungsional lainnya.
“Peserta mengikuti berbagai rangkaian tes dan simulasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan mereka sesuai standar kompetensi yang berlaku,” ujar Rega.
Pelaksanaan asesmen mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara. Metode penilaian dijamin standar, objektif, dan akuntabel, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Rega menambahkan, hasil asesmen nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan profil talenta ASN di Kabupaten Bandung Barat.
“Data yang terkumpul akan membantu pemerintah daerah menempatkan aparatur pada posisi yang sesuai dengan kompetensi dan potensinya,” ujarnya.
Selain itu, seluruh data peserta akan diintegrasikan ke dalam sistem aplikasi SIMATA BKN. Hal ini bertujuan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis merit, sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat transparan dan berbasis data yang valid.
Baca Juga:Disdukcapil Kabupaten Bandung Barat Pastikan Layanan Tak Terganggu Selama ASN WFAJam Kerja ASN Bandung Barat Disesuaikan, Tetap 32,5 Jam per Pekan
Melalui asesmen ini, Rega berharap ASN di Bandung Barat semakin profesional dan berintegritas. Sebab, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya membangun sistem manajemen talenta berbasis kinerja dan dapat diandalkan.
“Kami ingin ASN di Bandung Barat tidak hanya profesional dan kompeten, tetapi juga adaptif terhadap perubahan. Penilaian kompetensi ini menjadi fondasi untuk membangun aparatur yang siap menghadapi tantangan masa depan dan memberikan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (Wit)
