JABAR EKSPRES – Di tengah gejolak Timur Tengah stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog tetap stabl mencapai 4,5 juta ton, sehingga ketahanan pangan nasional tetap terjaga dan aman.
“(Stok beras pemerintah) sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama republik ini berdiri. Jadi, nggak usah diragukan,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikutip dari ANTARA, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, lonjakan stok beras tersebut merupakan hasil nyata dari kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi dalam waktu singkat, sehingga dapat mewujudkan swasembada komoditas tersebut.
Baca Juga:Indonesia Dilirik Investor Global, Kunjungan Prabowo ke Korea Selatan Bawa Komitmen Rp173 TriliunMenaker Dorong Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Perkuat Efisiensi Energi Nasional
Hal tersebut bisa terdapat berkat adanya kebijakan peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupul bersubsidi 20 persen, transformasi pertanian modern, dan berbagai kebijakan strategis lainnya.
“Sekarang ini, (sesuai) arahan Bapak Presiden Prabowo, program prioritas utama Presiden itu terbukti bisa menaikkan produksi beras dalam waktu yang singkat, hanya satu tahun,” ujarnya.
Mentan mengatakan kondisi stok saat ini telah melampaui kapasitas gudang yang tersedia, sehingga pemerintah mesti menambah ruang penyimpanan melalui skema sewa.
“Gudang kita sudah penuh, kapasitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang sudah sewa 2 juta ton gudang. Ini kita akan sewa lagi ke depan. Kemungkinan, ke depan itu, dalam 10 hari, 20 hari, stok (beras) sudah 5 juta ton,” ucapnya.
Dalam hal ini, Mentan menekankan capaian tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Indonesia.
“Pernah ngga dengar Republik Indonesia punya beras stok 5 juta ton? Jadi, nggak usah khawatir, pangan aman,” tegasnya.
Sementara di tingkat daerah, peningkatan stok juga terlihat signifikan, khususnya di Sulawesi Selatan yang saat ini mencapai 761 ribu ton atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Baca Juga:Tekanan Geopolitik dan Permintaan Global Dorong Kenaikan Harga Minyak Kelapa Sawit Mentah Jelang Wajib Halal 2026, Pengawasan Produk di Pasar Tradisional Jadi Sorotan
“Di Sulawesi Selatan saja, dulu itu 300 ribu ton, hari ini (stok beras) 761 ribu ton, dua kali lipat. Stok seluruh Indonesia 4,5 juta ton. Dalam 20 hari, 5 juta ton dan tidak menutup kemungkinan dua bulan ke depan 6 juta ton,” jelasnya.
Untuk mendukung penyerapan hasil produksi petani, pemerintah juga terus memperluas kapasitas penyimpanan.
