JABAR EKSPRES – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mendorong pengelolaan energi yang lebih efisien di Indonesia.
Dalam waktu dekat, Kementerian Ketenagakerjaan akan menggandeng Badan Pengelola Investasi Danantara serta Kementerian Dalam Negeri guna memperluas kampanye optimalisasi penggunaan energi di lingkungan perusahaan, baik BUMN maupun BUMD.
“Saya melihat program optimalisasi pemanfaatan energi ini nanti harus bergulir secara masif. Sehingga nanti kami tentu akan berkolaborasi apakah itu dengan Danantara, Kementerian Dalam Negeri untuk kampanye yang lebih masif dan lebih efektif,” kata Menaker
Baca Juga:Tekanan Geopolitik dan Permintaan Global Dorong Kenaikan Harga Minyak Kelapa Sawit Mentah Jelang Wajib Halal 2026, Pengawasan Produk di Pasar Tradisional Jadi Sorotan
Kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai menjadi kunci agar kampanye ini dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak sektor usaha.
Di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada sektor energi, pemerintah melihat optimalisasi pemanfaatan energi sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan sekaligus mengurangi beban konsumsi energi secara keseluruhan.
Kementerian Ketenagakerjaan pun mendorong penerapan kebijakan praktis di tingkat perusahaan, salah satunya melalui imbauan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan penggunaan energi di lingkungan kerja, baik di sektor swasta, BUMN, maupun BUMD.
Imbauan tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang Work From Home dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja.
Yassierli menekankan bahwa ketahanan energi akan menjadi faktor krusial bagi masa depan Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antar lembaga dan sektor untuk memastikan pengelolaan energi yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan global.
