JABAR EKSPRES – Layanan darurat Call Center 112 Cimahi Campernik menghadapi tantangan serius berupa tingginya panggilan iseng atau prank call yang mencapai lebih dari 3.500 panggilan sepanjang tahun 2025.
Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu respons cepat terhadap situasi kegawatdaruratan.
Fakta tersebut diungkapkan Penelaah Teknis Kebijakan Bidang IKPS Diskominfo Cimahi, Adhy Ramadhyan, saat ditemui Jabar Ekspres di ruang Call Center 112 Gedung A Pemkot Cimahi, Kamis (2/4/2026).
“Prank call itu dari 2025 dari awal tahun sampai Desember kami hitung-hitung itu lebih dari 3500 telepon,” ungkap Adhy.
Baca Juga:Satresnarkoba Polres Cimahi Bekuk Pengedar Sabu Siap Edar dengan Modus TempelPengalaman Tak Biasa Operator Call Center 112 Cimahi, dari Telepon Iseng Sampai Laporan Diluar Nalar
Menurutnya, tingginya angka panggilan iseng tidak lepas dari kemudahan akses layanan darurat melalui ponsel.
Sejak layanan 112 mulai beroperasi pada 2024, masyarakat dapat menghubungi nomor tersebut tanpa harus membuka kunci layar ponsel, sehingga rawan disalahgunakan.
Adhy menjelaskan, sebagian besar prank call berasal dari anak-anak, baik yang tidak sengaja maupun sengaja menekan fitur panggilan darurat.
“Nah ketika kita tanya ini siapa, mereka tidak menjawab. Nah untuk meminimalisir prank call itu sendiri, di kita itu kan ketika kita telepon tuh ada suara otomatis ya. Ada kayak mungkin bukan robot sih lebih ke pengisi suara, pengisi suara otomatis,” bebernya.
Sebagai upaya pencegahan, sistem layanan 112 telah dilengkapi dengan peringatan otomatis kepada penelepon.
Peringatan tersebut menegaskan bahwa setiap panggilan akan dipantau dan dapat dikenakan sanksi hukum apabila terbukti disalahgunakan.
“Itu sebetulnya lebih ke mungkin dalam tanda kutip supaya orang tuh ‘wah ini tuh ternyata kalau iseng tuh kita bakal dilaporin atau bakal gimana’ gitu jadi lebih ke itu trigger-nya gitu ke masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:Pinjaman dengan Bunga 6 Persen, Kopdes Jadi Senjata Lawan RentenirPeluang Investasi, Forum Bisnis Indonesia-Jepang Hasilkan Komitmen USD 22,6 Miliar
Meski demikian, jumlah panggilan iseng masih tergolong tinggi. Dalam satu bulan, rata-rata terdapat ratusan prank call yang masuk ke layanan tersebut.
“Iya rata-rata dalam satu bulan gitu 300 sampai 300 sekian yang jika diakumulasikan itu ada 3500. Nah rata-rata prank call-nya itu satu tadi anak-anak, kemudian ada yang ‘Ini ada kejadian ini’ setelah teman-teman operator lakukan koordinasi ternyata nggak ada gitu,” ungkap dia.
Selain prank call, operator juga kerap menerima laporan yang tidak termasuk kategori darurat. Salah satunya, warga yang menghubungi layanan 112 hanya untuk menanyakan persoalan teknis pada perangkat pribadi.
