Pengalaman Tak Biasa Operator Call Center 112 Cimahi, dari Telepon Iseng Sampai Laporan Diluar Nalar

Pengalaman Tak Biasa Operator Call Center 112 Cimahi, dari Telepon Iseng Sampai Laporan Diluar Nalar
Seorang petugas operator Call Center 112 Cimahi. (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Layanan Call Center 112 Kota Cimahi menjadi garda terdepan bagi warga, menangani berbagai kejadian darurat mulai dari pohon tumbang, kabel berserakan, hingga kecelakaan dan banjir.

Namun di balik itu, para operator juga kerap menghadapi panggilan iseng atau prank call, yang terkadang menguji kesabaran para petugas.

Eni Ruhaeni, operator yang sudah bertugas sejak pertengahan 2024, menceritakan pengalamannya menangani beragam situasi.

Baca Juga:Satresnarkoba Polres Cimahi Bekuk Pengedar Sabu Siap Edar dengan Modus TempelInovasi RWCoin Hadir di Cimahi, Dorong UMKM Naik Kelas

“Iya, macam-macam. Ada telepon yang sebelumnya belum pernah saya terima, misalnya pohon tumbang atau kabel berserakan di jalan saat musim hujan. Saya arahkan langsung ke OPD terkait. Pohon tumbang ke BPBD, kabel berserakan ke Dishub, kadang Damkar ikut juga,” ujarnya saat diwawancarai Jabar Ekspres di ruang Call Center 112 Gedung A Pemkot Cimahi, Kamis (2/4/26).

Dari Laporan Darurat Hingga Telepon Iseng

Eni menjelaskan, setiap panggilan harus cepat direspons. Seperti misalnya pohon tumbang langsung berkoordinasi dengan BPBD, juga terkait kabel listrik dengan Dishub.

“Damkar ikut jika diperlukan. Semua supaya warga cepat tertangani,” katanya.

Selain kejadian serius, operator juga menghadapi panggilan unik atau iseng. Anak-anak kadang menelepon untuk bercanda.

“Ada yang nanya ‘2 tambah 2 berapa?’ atau HP terkunci. Kami tetap menanggapi dengan sabar, jelaskan mekanismenya, dan kalau bukan darurat, diarahkan ke provider HP masing-masing,” tambah Eni.

Kejadian unik lain adalah laporan hewan di rumah. Kata Eni, ada warga menelfon Call Center 112, bilang ada ular lumayan besar.

“Kami hubungi Damkar, ternyata ularnya sudah mati. Itu unik tapi bukan darurat,” kata Eni sambil tersenyum,”

Baca Juga:Pinjaman dengan Bunga 6 Persen, Kopdes Jadi Senjata Lawan RentenirPeluang Investasi, Forum Bisnis Indonesia-Jepang Hasilkan Komitmen USD 22,6 Miliar 

Namun tak selalu ringan. Eni juga pernah menghadapi kasus serius seperti percobaan bunuh diri di Jembatan Cimindi.

“Teman saya yang jaga malam menerima laporan warga ingin loncat dari flyover. Itu kejadian nyata yang perlu koordinasi cepat dengan polisi dan tim terkait,” ujarnya.

Eni menambahkan, kesabaran menjadi kunci, karena operator harus tetap profesional dalam bertugas memberikan pelayanan pada masyarakat, meski sering ada dinamika seperti menghadapi anak-anak atau warga yang iseng.

“Tapi prioritas utama tetap kejadian darurat yang nyata,” katanya.

0 Komentar