Prank call tidak hanya mengganggu, tetapi juga menimbulkan kerugian nyata. Herry mencontohkan kasus laporan palsu tentang kebakaran yang sempat membuat petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Setelah tiba di tempat, petugas tidak menemukan kejadian kebakaran apa pun.
“Ini tentu merugikan, baik dari segi waktu, tenaga, maupun kesiapsiagaan petugas di lapangan,” ujarnya.
Adapun laporan darurat yang benar-benar terjadi dan membutuhkan tindakan cepat meliputi berbagai kejadian seperti pohon tumbang, kebakaran, gangguan listrik, kerusakan penerangan jalan umum (PJU), hingga gangguan ketertiban umum. Selain itu, terdapat juga panggilan non-darurat yang masuk, mulai dari pertanyaan seputar layanan Samsat keliling, pengurusan KTP hilang, hingga masalah teknis seperti lupa kata sandi ponsel.
Baca Juga:Ciamis Krisis Personel, Bupati Herdiat Pertahankan Kontrak Kerja P3KPolres Ciamis Bagikan Sembako dan Buka Layanan Kesehatan Gratis di Lokasi Bencana
Call Center 112 merupakan layanan darurat terpadu yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam penuh tanpa dikenakan biaya pulsa, baik melalui telepon seluler maupun telepon rumah. Layanan ini dirancang untuk mencakup berbagai situasi darurat seperti bencana alam, kebakaran, kecelakaan, gangguan keamanan, hingga kondisi medis yang membutuhkan pertolongan segera.
Melihat tingginya angka penyalahgunaan, Diskominfo Ciamis mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan ini secara bijak dan sesuai dengan peruntukannya. Herry menegaskan bahwa layanan 112 dibuat khusus untuk kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat, bukan untuk keperluan iseng atau candaan.
“Layanan ini dibuat untuk kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Kami harap masyarakat bisa memanfaatkannya dengan benar, bukan untuk hal-hal yang tidak penting,” pungkas Herry. (CEP)
