Banjir Tak Kunjung Usai, Warga Sariwangi Pertanyakan Keseriusan Pemda KBB

Banjir kembali merendam Jalan Cihanjuang, Parongpong, Bandung Barat, setiap hujan turun
Banjir kembali merendam Jalan Cihanjuang, Parongpong, Bandung Barat, setiap hujan turun/Foto: Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Masifnya pembangunan di wilayah hulu tanpa diimbangi sistem drainase dan resapan air yang memadai menjadi penyebab kawasan Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kerap dilanda banjir.

Kondisi tersebut tak hanya terjadi sesekali, melainkan hampir setiap kali hujan deras mengguyur. Air meluap dari saluran yang sempit dan dangkal, membawa sampah serta sedimen hingga menutup badan jalan dan mengganggu aktivitas warga.

Satria (30), warga setempat, mengatakan persoalan banjir di wilayahnya sudah berlangsung lama dan cenderung dibiarkan tanpa penanganan serius dari pemerintah.

Baca Juga:Puncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat MerayapLebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!

“Kalau hujan gede pasti meluap. Solokannya kecil, dangkal, banyak sampah sama tanaman liar. Ditambah sekarang pembangunan dari atas terus jalan, jadi air langsung turun ke sini,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menuturkan, sejak tinggal di Sariwangi sekitar tahun 2006, kondisi lingkungan berubah drastis. Lahan kosong yang dulunya berfungsi sebagai area resapan air kini berganti menjadi kawasan permukiman.

“Dulu masih banyak kebun, lahan kosong, jadi air bisa meresap. Sekarang hampir penuh bangunan sampai ke atas, resapan sudah nggak ada,” katanya.

Menurutnya, warga kerap mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam menangani persoalan tersebut. Pasalnya, hingga kini belum terlihat langkah konkret yang menyentuh akar masalah.

“Warga sering nanya, ini perhatian dari pemerintah ada nggak? Soalnya tiap hujan gede pasti kejadian lagi. Tapi jarang ada dinas yang datang lihat langsung kondisi di sini,” ungkapnya.

Upaya swadaya warga, seperti kerja bakti membersihkan saluran air, rutin dilakukan di beberapa wilayah. Namun, langkah itu dinilai tidak cukup jika tidak diimbangi pembenahan infrastruktur secara menyeluruh.

“Kerja bakti ada, tapi percuma kalau salurannya kecil dan pembangunan terus berjalan. Air tetap meluap,” ucap Satria.

Baca Juga:Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan SumedangH+2 Lebaran, Jalur Puncak Bogor–Cianjur Terapkan One Way Akibat Lonjakan Kendaraan

Keluhan serupa disampaikan Hanif (26), warga lainnya. Ia menyoroti kondisi jalan dan drainase di kawasan Jalan Terusan Sariwangi yang dinilai masih bermasalah, bahkan sempat memicu longsor.

“Di Jalan Terusan itu pernah longsor. Mungkin penahan tanahnya kurang kuat, ditambah saluran air kecil. Kalau hujan ya meluap lagi,” katanya.

0 Komentar