Pascalebaran, Pemkab Bandung Barat Waspadai Lonjakan Pencari Kerja Baru

Pascalebaran, Pemkab Bandung Barat Waspadai Lonjakan Pencari Kerja Baru
Ilustrasi: Para pencari kerja baru di Kabupaten Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lonjakan pencari kerja baru pascaIdulfitri di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diantisipasi pemerintah daerah, seiring risiko bertambahnya angka pengangguran terbuka.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat, Yoppie Indrawan, mengatakan peningkatan mobilitas penduduk setelah Lebaran kerap diikuti bertambahnya jumlah pencari kerja baru.

“Setiap pascaIdulfitri biasanya ada peningkatan mobilitas, termasuk pendatang yang datang untuk mencari pekerjaan. Jika tidak dibekali keterampilan, ini berpotensi menambah jumlah pengangguran,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga:Pantau 3 Titik Lokasi Arus Balik, Pemkot Bandung Data Para PendatangPemkot Bandung Intensifkan Pendataan Pendatang pada Arus Balik Lebaran

Ia menjelaskan, bertambahnya pencari kerja tanpa diimbangi ketersediaan lapangan pekerjaan dapat berdampak pada meningkatnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah tersebut.

Meski demikian, pemerintah daerah tidak melihat fenomena ini sebagai ancaman, melainkan dinamika yang harus dikelola secara terukur dan berbasis data.

“Ini bukan ancaman, tapi dinamika yang harus kita kelola. Karena itu, kami menyiapkan langkah antisipatif agar dampaknya tetap terkendali,” katanya.

Yoppie menambahkan, Disnakertrans telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kondisi tersebut, diantaranya memperkuat pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, meningkatkan fasilitasi penempatan tenaga kerja, serta mendorong pengembangan kewirausahaan.

“Kami fokus meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai kebutuhan dunia usaha, sekaligus mendorong masyarakat untuk bisa mandiri melalui wirausaha,” jelasnya.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja harus tetap mengacu pada prinsip kompetensi dan kebutuhan pasar, dengan tetap menjaga keseimbangan agar tidak menimbulkan tekanan sosial terhadap tenaga kerja lokal.

“Penurunan TPT menjadi indikator kinerja utama kepala daerah. Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga pendidikan,” ungkapnya.

Baca Juga:Nekat ke Bandung Setelah Lebaran, Psikolog: Siap Mental atau Siap PulangPekerja Informal Jadi Alarm Pengangguran, Dewan Desak Pemkot Bandung Optimalkan Pendampingan

Ia juga mengimbau masyarakat yang datang ke Kabupaten Bandung Barat untuk bekerja agar memiliki kesiapan keterampilan dan informasi yang memadai.

“Kalau sudah punya bekal keterampilan, peluang untuk terserap di dunia kerja atau bahkan membuka usaha akan lebih besar,” katanya.

Ia berharap mobilitas penduduk pascalebaran tetap memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah tanpa meningkatkan angka pengangguran secara signifikan.

“Harapannya, mobilitas ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, bukan justru menambah beban pengangguran,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar