JABAR EKSPRES – Di balik viralnya klaim dan aksi joget mitra MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) justru menemukan pelanggaran serius hingga berujung penutupan dapur SPPG di Batujajar.
Penutupan sementara tersebut dilakukan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang dikelola oleh mitra MBG, Hendrik Irawan.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi, mengatakan polemik video joget yang viral menjadi pintu masuk bagi BGN untuk meninjau langsung kondisi operasional dapur di lapangan.
Baca Juga:350 Dapur MBG di Jabar Ditutup Sementara oleh BGN, Dua Termasuk di Kota BanjarBuntut Viral Joget di Dapur MBG, BGN Suspend Satuan Pelayanan dan Tegur Keras Mitra Pemilik Tujuh Titik SPPG
“Terkait aksi yang bersangkutan, ini lebih ke persoalan personal. Namun dari sisi kepatutan, itu dinilai kurang tepat di tengah kondisi masyarakat,” ujar Ramzi saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya telah mengingatkan yang bersangkutan agar menjaga etika, mengingat unggahan serupa sudah beberapa kali dilakukan.
“Kami sudah pernah mengingatkan agar mitra menjaga etika sosial, karena sebelumnya juga ada beberapa postingan serupa,” katanya.
Menurut Ramzi, hasil inspeksi mendadak yang dilakukan BGN menemukan adanya pelanggaran lingkungan, terutama pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar.
“Setelah dilakukan inspeksi, ditemukan IPAL yang belum memadai. Dari situ diputuskan untuk melakukan penangguhan operasional,” jelasnya.
Ia menegaskan, penangguhan operasional dapur akan berlaku hingga mitra menyelesaikan seluruh temuan yang ada. Pencabutan sanksi baru dapat dilakukan setelah mitra mengajukan permohonan disertai bukti perbaikan.
“Selama IPAL belum diperbaiki sesuai ketentuan, penangguhan belum bisa dicabut. Mitra harus mengajukan kembali dengan bukti bahwa temuan sudah ditindaklanjuti,” tegas Ramzi.
Baca Juga:Viral Menu MBG Lele Mentah di Sekolah Pamekasan, 1.022 Porsi DitolakSoal Pemangkasan Anggaran MBG, Ini Kata Menkeu!
Sementara itu, Hendrik Irawan melalui akun TikTok pribadinya menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas video yang diunggahnya. Ia menegaskan tidak ada niat untuk menyinggung pihak mana pun.
“Saya sudah beberapa kali meminta maaf. Tidak ada niat melecehkan program maupun masyarakat,” ucap Hendrik.
Ia juga membantah bahwa aksinya merupakan bentuk penghinaan terhadap program MBG maupun pemerintah, dan menyebut hal itu sebagai ekspresi pribadi yang kemudian menimbulkan reaksi luas di masyarakat. (Wit)
