JABAR EKSPRES – Dua anak harimau benggala berusia 8 bulan, Huru dan Hara, dikabarkan meninggal dunia di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo akibat terjangkit virus mematikan.
Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Barat, Eri Mildranaya, menjelaskan bahwa kematian kedua satwa tersebut disebabkan oleh virus panleukopenia yang menular dari induknya.
“Secara umum, kedua anak harimau benggala ini (Huru dan Hara) terjangkit virus FlV (panleukopenia). Meskipun sudah dilakukan penanganan oleh berbagai pihak, mereka tidak dapat diselamatkan,” ujar Eri, Kamis (26/3).
Baca Juga:Puncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat MerayapLebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!
Eri menambahkan, virus panleukopenia memang lebih rentan menyerang anak satwa jenis kucing besar. Begitu diketahui kedua anak harimau terinfeksi, pihak BBKSDA langsung melakukan isolasi dan karantina kandang, serta penanganan intensif termasuk diagnosis untuk menentukan terapi yang tepat.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, satwa tersebut dinyatakan positif panleukopenia,” ungkapnya.
Kematian Huru dan Hara menjadi kabar yang sangat memukul BBKSDA Jawa Barat. “Kedua anak harimau ini bukan sekadar satwa, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung. Kami sempat berharap karena dokter hewan menyebut jika satwa bisa bertahan melewati 48 hingga 72 jam, peluang hidupnya cukup besar. Namun akhirnya kondisinya menurun,” ujar Eri.
Pasca kejadian, pihak BBKSDA bersama Bandung Zoo terus melakukan observasi untuk mencegah penularan lebih lanjut. Pembersihan kandang dan penyemprotan disinfektan telah dilakukan secara intensif.
“Untuk detail lanjutan, itu menjadi kewenangan pihak terkait,” pungkasnya.(San)
