JABAR EKSPRES – Arus lalu lintas di jalur Garut menuju arah Bandung pada H+1 Idulfitri 1447 Hijriah, mulai mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Merujuk data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, arus balik Lebaran 2026 tercatat mencapai angka 94.657 kendaraan.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo mengatakan, angka tersebut berdasarkan laporan volume lalu lintas hingga 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB.
Baca Juga:Fenomena Mudik Lokal, Kapolda Jabar Ungkap 83 Ribu Kendaraan Padati Jalur WisataPastikan One Way di Jalur Puncak Tak Sembarangan, Kapolda Jabar: Kita Punya Mekanisme Valid
“Jumlah kendaraan yang melintas mengalami lonjakan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya kepada Jabar Ekspres, Senin (23/3/2026).
Eric menerangkan, pada H+1 Lebaran 2026, tercatat sebanyak 94.657 kendaraan melintas di dua arah utama, yakni menuju Bandung dan arah sebaliknya ke Garut/Tasikmalaya.
“Jumlah tersebut relatif sama dibandingkan tahun 2025, namun terjadi pergeseran arus yang cukup mencolok,” terangnya.
Dijelaskan Eric, kendaraan yang bergerak menuju Bandung mencapai 47.140 unit, meningkat tajam sebesar 43,51 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, arus kendaraan menuju Garut/Tasikmalaya tercatat 47.542 unit, justru mengalami penurunan sebesar 23,08 persen.
“Lonjakan arus balik sebenarnya mulai terlihat sejak H+2, yang menjadi puncak pergerakan kendaraan,” jelasnya.
Pada periode tersebut ujar Eric, total kendaraan mencapai 212.662 unit, dengan dominasi kendaraan menuju Bandung sebanyak 103.427 unit.
“Angka ini meningkat hampir 28,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga:Arus Balik di Jalur Lingkar Gentong 'Makan' Korban, Sejumlah Kendaraan Alami MogokDi Bawah Hujan, Saat Polisi Mencari Jawaban Kemacetan Lebaran 2026 di Nagreg
Disampaikan Eric, secara kumulatif sejak H-7 hingga H+1, total volume kendaraan tercatat mencapai 1.382.533 unit pada 2026, naik sekitar 3,13 persen dibandingkan 2025.
“Dari sisi jenis kendaraan, arus lalu lintas masih didominasi oleh sepeda motor dan kendaraan ringan,” bebernya.
Di jalur menuju Bandung, lanjut Eric, komposisinya mencapai sekitar 69 persen sepeda motor, 30 persen kendaraan ringan, dan hanya 1 persen kendaraan berat.
Peningkatan volume kendaraan ini menurutnya, menunjukkan bahwa arus balik Lebaran 2026 berlangsung lebih terkonsentrasi dalam waktu singkat, dengan pergerakan masyarakat yang cenderung memilih kembali lebih awal.
“Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik, khususnya jalur utama menuju Bandung,” imbuh Eric.
“Pihak terkait diimbau untuk terus mengantisipasi lonjakan arus balik, terutama pada beberapa hari ke depan yang diperkirakan masih menjadi periode puncak pergerakan kendaraan,” pungkasnya. (Bas)
