Di Bawah Hujan, Saat Polisi Mencari Jawaban Kemacetan Lebaran 2026 di Nagreg

Di Bawah Hujan, Saat Polisi Mencari Jawaban Kemacetan Lebaran 2026 di Nagreg
Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Ega Prayudi saat berjalan Di tengah antrean kendaraan yang mengular dengan kondisi hujan terkait padatnya arus mudik Nagreg. Foto Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hujan turun cukup deras di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung pada Sabtu (21/3). Di tengah antrean kendaraan yang mengular, situasi tak hanya soal padatnya arus mudik, tetapi juga tentang bagaimana memastikan penyebabnya.

Sore itu, kepadatan meningkat. Kendaraan merayap pelan tanpa kejelasan titik hambatan.

Bagi petugas di lapangan, kondisi seperti ini bukan hal baru, namun tetap membutuhkan kepastian apakah ada kecelakaan, kendaraan mogok, atau sekadar lonjakan volume.

Baca Juga:Bikin Warga Nyaman, Kapolda Jabar Apresiasi Pos Terpadu Aladdin di Simpang GadogRedam Penat di Jalur Nagreg, Satlantas Polresta Bandung Bagi Snack hingga Sapa Pemudik

Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Ega Prayudi, menyebut keputusan di lapangan harus didasarkan pada kondisi riil, bukan perkiraan.

“Iya kemarin di Nagreg tepatnya terjadi kepadatan peningkatan volume kendaraan, dimana kita harus mencari trouble-nya di mana,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Dalam kondisi hujan, pemantauan tidak berjalan ideal. Drone yang biasa digunakan untuk melihat ekor antrean tak bisa difungsikan maksimal.

Kendaraan dinas pun terbatas menjangkau titik-titik tertentu di tengah kepadatan.Situasi itu membuat pengecekan harus dilakukan secara langsung di sepanjang jalur.

“Iya betul, untuk mobil dan motor kita cek ke sana dan drone yang biasa kita mengecek untuk ekor itu tidak bisa kita fungsikan dengan maksimal,” kata Ega.

Penyisiran dilakukan dari bawah hingga kawasan Nagreg. Di sepanjang jalur, yang ditemukan bukan hambatan, melainkan deretan kendaraan yang terus bertambah.

“Ternyata dari yang saya sisir dari mulai bawah hingga Nagreg itu alhamdulillah nihil trouble, hanya saja memang kendaraan saat itu volume cukup tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga:One Way Tujuh Kali Diterapkan, Arus Wisata Ciwidey Masih Berpotensi Padat hingga MalamOne Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Diberlakukan Mulai 24 Maret

Kondisi tersebut menjadi penentu langkah berikutnya. Tanpa adanya gangguan di jalan, kepadatan dipastikan murni karena lonjakan arus kendaraan.

Rekayasa lalu lintas pun diterapkan.Sistem satu arah (one way) diberlakukan untuk memecah kepadatan dan menjaga arus tetap bergerak. Perlahan, antrean mulai terurai.

Di jalur Nagreg, hujan sore itu bukan hanya tentang cuaca. Ia menjadi bagian dari dinamika arus mudik di mana kepadatan, keterbatasan alat, dan keputusan cepat di lapangan saling bertemu untuk menjaga perjalanan tetap berjalan.

0 Komentar