JABAR EKSPRES – Memasuki H-2 Lebaran atau Kamis (19/3/2026), volume kendaraan di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, terpantau mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung pada pukul 14.00 WIB kendaraan yang melintas ke arah Garut dan Tasik mencapai 98.010.
Kepadatan arus mudik pun mulai terlihat sejak siang hari, mendorong aparat kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas.
Baca Juga:Puncak Arus Mudik di Terminal Baranangsiang, 228 Bus dan 3.501 Penumpang Pergi dari Kota BogorUnik, Pos Terpadu “Lembur Kaheman” di Nagreg Hadirkan Nuansa Kampung Sunda untuk Pemudik
Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono mengatakan, pihaknya bersama Polda Jabar dan Dinas Perhubungan telah memberlakukan sistem one way sepenggal untuk mengurai kepadatan kendaraan.
“Kami informasikan kondisi situasi jalur Nagreg ini pada pukul 15.15. Kami Polresta Bandung berkolaborasi dengan Polda Jabar tentunya dan Dishub melaksanakan one way sepenggal,” ujarnya saat ditemui di Pos Pam Cikaledong, Nagreg, Kabupaten Bandung.
Ia menjelaskan, peningkatan volume kendaraan terlihat dari arus yang terus mengalir menuju arah timur, khususnya ke wilayah Limbangan, Garut. Hingga sore hari, penerapan one way sepenggal telah dilakukan sebanyak tiga kali.
“Total hari ini sudah kami laksanakan sebanyak 3 kali. Terlihat ini one way sepenggal ketiga, kendaraan begitu melaju cepat ke arah Limbangan,” katanya.
Menurut Aldi, rekayasa lalu lintas tersebut cukup efektif dalam mengurai kepadatan yang terjadi akibat lonjakan kendaraan pada masa mudik Lebaran.
“Alhamdulillah, CB one way sepenggal ini sangat efektif,” tambahnya.
Ia juga menuturkan, penerapan one way dilakukan secara situasional dengan koordinasi bersama Polres Garut, terutama saat antrean kendaraan mulai memanjang.
Baca Juga:Polresta Bogor Kota Siapkan 9 Pos Pengamanan Mudik 2026, 110 Personel Satlantas Disiagakan Menembus Macet dan Panas H-2 Lebaran, Cerita Pemudik Motor Menjaga Rindu Tetap Hidup
“Sekali lagi kolaborasi dengan Polres Garut ketika ekor kendaraan ini sudah sampai di Pamuncatan, maka kami kolaborasi untuk melaksanakan one way sepenggal,” jelasnya.
Pada penerapan terakhir, antrean kendaraan sempat mengular hingga kawasan Cikaledong. Sementara itu, titik Pamuncatan masih menjadi salah satu lokasi yang berpotensi menimbulkan kepadatan, terutama saat terjadi penutupan perlintasan kereta api.
“Pamuncatan terjadi kepadatan apabila ada kereta lewat sehingga kendaraan dihentikan. Namun demikian, di sana ada personel yang sudah standby untuk mengurai setelah kereta lewat,” ungkapnya.
Pihak kepolisian mengimbau para pemudik untuk tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap aman dan lancar di tengah meningkatnya arus mudik H-2 Lebaran.
