JABAR EKSPRES – Lonjakan jumlah wisatawan yang datang ke Kota Bandung sepanjang tahun 2025 membawa dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, peningkatan tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan manfaat merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah Kota Bandung kini mengambil langkah strategis dengan mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dampak ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bandung telah melampaui angka 12 juta orang.
Baca Juga:Hadapi Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran, Disparbud Jabar Perkuat Pengamanan dan Digitalisasi DataLonjakan Wisatawan ke Cimahi Capai 159,75 Persen pada 2025, Wisata Sejarah hingga Agenda Budaya jadi Favorit
Capaian tersebut semakin menegaskan posisi Bandung sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.
“Bandung saat ini menjadi salah satu tujuan utama wisata nasional. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 12 juta wisatawan datang ke kota ini,” ujar Farhan, Selasa (17/3).
Tingginya angka kunjungan itu turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Perputaran uang meningkat, terutama pada sektor perdagangan, kuliner, jasa, hingga industri kreatif yang berkembang di tengah masyarakat.
Meski demikian, Farhan menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada industri berskala besar.
Menurutnya, sektor UMKM justru memiliki peran penting sebagai fondasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Ia menilai usaha kecil berbasis rumah tangga juga termasuk bagian dari industri pengolahan yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Produk-produk seperti makanan olahan, pakaian, sepatu, tahu, hingga kerajinan tangan dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi lokal jika dikelola dengan baik.
“Industri tidak harus selalu identik dengan skala besar. Usaha rumahan juga bagian dari industri pengolahan yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” jelasnya.
Baca Juga: Arus Mudik 2026 Meningkat, Lebih dari 70 Ribu Kendaraan Padati Akses Bandung–RancaekekAntisipasi Getok Parkir di Tempat Wisata saat Libur Lebaran, Kapolda Jabar Minta Reskrim Siaga
Pemkot Bandung pun berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan, pelatihan, serta akses pemasaran bagi pelaku UMKM. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal sekaligus menciptakan pemerataan ekonomi di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap geliat ekonomi yang tercipta dari sektor pariwisata tidak hanya terpusat di kawasan tertentu, tetapi dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat bawah. (Dam)
