JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi melaporkan peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025. Data dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) menunjukkan lonjakan kunjungan wisatawan asing mencapai 159,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Dani Bastiani, menyebut jumlah wisatawan asing yang datang ke Cimahi pada 2025 tercatat 1.239 orang. Angka ini meningkat tajam dibandingkan 2024 yang hanya mencatat 477 kunjungan wisatawan mancanegara.
“Kunjungan wisatawan asing ke Kota Cimahi pada 2025 tercatat sebanyak 1.239 orang. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebanyak 477 orang,” ujar Dani saat diwawancarai Jabar Ekspres, Sabtu (14/3/26).
Baca Juga:Dirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di Pameungpeuk
Secara matematis, peningkatan tersebut dihitung dari selisih jumlah kunjungan wisatawan asing antara 2025 dan 2024 yang kemudian dibagi jumlah kunjungan tahun sebelumnya. Hasil perhitungan itu menghasilkan pertumbuhan sebesar 159,75 persen.
Lonjakan kunjungan ini juga berdampak pada capaian indikator kinerja kegiatan (IKK) sektor pariwisata yang ditetapkan pemerintah daerah. Pada 2025, target capaian kinerja ditetapkan sebesar 100 persen. Namun realisasinya melampaui target tersebut secara signifikan.
Sebagai pembanding, pada tahun anggaran 2024 capaian kinerja sektor pariwisata baru berada di angka 11,97 persen. Dengan capaian pada 2025, pemerintah daerah menilai terdapat peningkatan yang cukup tajam dalam performa sektor pariwisata Kota Cimahi.
Menurut Dani, meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara tidak lepas dari sejumlah agenda wisata sejarah yang diselenggarakan di Kota Cimahi sepanjang 2025. Salah satu momentum yang turut mendorong kunjungan wisatawan adalah peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Asia (VJ Day) yang digelar pada 15 Agustus 2025.
Agenda tersebut menarik minat wisatawan asing, terutama dari negara-negara yang memiliki keterkaitan sejarah dengan kawasan Asia Pasifik pada masa perang.
Kunjungan wisata sejarah itu antara lain diarahkan ke sejumlah lokasi bersejarah di Cimahi, termasuk kawasan pemakaman militer Belanda di Ereveld Leuwigajah. Kompleks pemakaman tersebut menjadi salah satu situs sejarah penting yang kerap dikunjungi wisatawan asing untuk menelusuri jejak sejarah militer di kawasan ini.
Selain momentum sejarah, pemerintah daerah juga melihat adanya peningkatan minat wisatawan terhadap destinasi yang memiliki nilai historis, terutama yang berkaitan dengan identitas Cimahi sebagai kota militer.
