Harga Telur Ayam di Bandung Mulai Lampaui HAP, Ini Kata Bapanas

Harga Telur Ayam di Bandung Mulai Lampaui HAP, Ini Kata Bapanas
Ilustrasi: Pedagang telur ayam di Pasar Cihaurgeulis, Kota Bandung, Jumat (3/1). Foto: Dimas Rachmatsyah/ Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harga telur di sejumlah pasar di Kota Bandung mulai melesat, menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026. Bahkan, di beberapa pasar, harga telur mulai melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.

Merespons femonena kenaikan harga telur ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Jawa Barat, mengaku mulai bergerak menelusuri rantai pasok guna meredam fluktuasi harga.

Hal itu disampaikan Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa melalui keterangannya, dikutip Senin (16/3/2026).

Baca Juga:Mangkrak Puluhan Tahun, RI Percepat Proyek Abadi MaselaDBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 Berakhir, 10 Student-Athlete Ini Melanjutkan Mimpinya ke Amerika

Menurutnya, penelusuran tersebut dilakukan usai Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Jawa Barat mendapati harga telur ayam yang fluktiatif dan mulai melampaui HAP tingkat konsumen.

“Ini ditemukan pada pedagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat saat pelaksanaan inspeksi,” ujarnya.

Dalam penelusuran ke pasar tradisional tersebut, para pengecer mengaku bahwa harga jual dari distributor sudah cukup tinggi, sehingga pihaknya terpaksa menjual telur ayam di kisaran Rp31.000 per kilogram.

Adapun, pasokan telur tersebut diketahui berasal dari Pasar Induk Caringin dan distributor telur ayam di sekitar Pasar Cikutra.

Para distributor itu mengaku telah mendapatkan harga tinggi dari para produsen sejak tiga hari terakhir. Di mana mereka mendapat pasokan telur dari produsen di Blitar, Jawa Timur.

“Telah disepakati harga produsen untuk diturunkan, sehingga harga grosir telur ayam bisa sekitar Rp27.500 per kilogram. Jadi harga di pengecer masih bisa di Rp30.000 per kilogram,,” paparnya.

Diketahui HAP di tingkat produsen untuk telur ayam ras ditetapkan maksimal Rp26.500 per kg, sedang HAP di tingkat konsumen maksimal Rp30.000 per kg. Hal itu diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024.

Baca Juga:Pintu VIP: Program Eksklusif Bagi Trader Elite PINTUPertamina Kelimpungan Cari Sumber Impor BBM Alternatif Imbas Penutupan Selat Hormuz?

Lebih lanjut Ketut mengatakan komoditas telur ayam ras menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat memiliki inflasi 5,79 persen di Februari 2026 dilihat secara tahunan (year-on-year). Sementara, andil telur ayam ras terhadap inflasi umum secara tahunan berada di level 0,06 persen.

Kendati demikian, telur ayam ras punya andil positif pula terhadap eskalasi Nilai Tukar Petani Subsektor Peternakan yang meningkat di Februari 2026 menjadi berada di level 103,62. Indeks harga yang diterima petani unggas pun melejit ke 133,63 di Februari 2026. Ini menjadi pencapaian indeks tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

0 Komentar