Waspada! Ini 6 Jalur Rawan Kecelakaan Saat Mudik di Bandung Barat

Waspada! Ini 6 Jalur Rawan Kecelakaan Saat Mudik di Bandung Barat
Petugas Dishub saat mengamankan arus lalu lintas di Simpang Tol Padalarang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengingatkan para pemudik untuk lebih berhati-hati saat melintas di wilayah tersebut.

Pasalnya, terdapat enam ruas jalan yang dipetakan memiliki potensi kecelakaan cukup tinggi selama arus mudik dan balik Lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Mochammad Ridwan Evi, mengatakan keenam jalur tersebut yakni Jalan Dago Giri, Jalan Punclut, Jalan Raya Purwakarta, Jalan Raya Cipatat, Jalan Raya Lembang, serta Jalan Cipeundeuy–Cikalongwetan.

Baca Juga:Pastikan Rumah Warga Ditinggal Mudik Lebaran Aman, Polrestabes Bandung Bakal Gelar PatroliPolresta Bogor Kota Buka Layanan Titip Kendaraan Gratis Selama Mudik Lebaran 2026, Ini Syaratnya!

“Ada jalan yang tanjakannya cukup curam, ada juga yang tikungannya tajam. Bahkan di beberapa ruas lurus, pengendara cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, sehingga potensi kecelakaan bisa meningkat,” ujar Ridwan, Jumat (13/3/2026).

Menurut Ridwan, kondisi geografis dan karakteristik jalan di wilayah tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat volume kendaraan meningkat pada musim mudik.

Ia menjelaskan, beberapa ruas jalan memiliki kontur menanjak dan menurun curam, disertai tikungan tajam yang membutuhkan kewaspadaan lebih dari pengendara.

“Selain jalur rawan kecelakaan, kami juga memetakan sejumlah titik yang berpotensi mengalami kemacetan selama arus mudik dan balik Lebaran. Sekitar 15 titik rawan kemacetan yang tersebar di kawasan pasar, simpang jalan utama, hingga kawasan wisata,” jelasnya.

Ia menambahkan, 15 titik rawan kemacetan beberapa di antaranya yakni Pasar Rajamandala Kulon, Pasar Saguling, Pasar Batujajar, Simpang BBS Cipatik, Pasar Tagog Padalarang, Simpang Purabaya, Simpang Stasiun Whoosh Padalarang, Gedong Lima, Jembatan Chombipar, Simpang Caringin, Simpang Cimareme, Simpang SPBU Cibogo, Pasar Panorama Lembang, Simpang Ingimetal, Simpang Beatrik, serta kawasan wisata Farmhouse Lembang.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Dishub KBB menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara fleksibel sesuai kondisi arus kendaraan. Personel juga akan ditempatkan di titik-titik yang berpotensi terjadi kemacetan,” katanya.

Baca Juga:Daftar Link CCTV untuk Pantau Jalur Mudik, Gratis Diakses MasyarakatLewat Program 'Jaksa Menyapa', Kejari Cimahi Ingatkan Risiko Kejahatan Digital Saat Mudik Lebaran 

Ridwan juga memprediksi akan terjadi dua gelombang lonjakan pemudik pada musim mudik tahun ini.

Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret 2026 seiring penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) yang memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan lebih awal.

0 Komentar