Sementara gelombang kedua diperkirakan berlangsung pada 18-19 Maret 2026, bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi yang berlanjut hingga akhir pekan.
Untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time, Dishub KBB akan memaksimalkan sistem Automatic Traffic Control System (ATCS).
Sebanyak 129 kamera CCTV yang tersebar di 59 titik akan digunakan untuk memantau pergerakan kendaraan selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Baca Juga:Pastikan Rumah Warga Ditinggal Mudik Lebaran Aman, Polrestabes Bandung Bakal Gelar PatroliPolresta Bogor Kota Buka Layanan Titip Kendaraan Gratis Selama Mudik Lebaran 2026, Ini Syaratnya!
Selain itu, Dishub juga menyiapkan lima posko pelayanan, yakni Posko Induk di Kantor Pemkab Bandung Barat, Posko Padalarang, Posko Lembang, Posko BBS–Cipatik, serta satu posko tambahan di wilayah Padalarang.
Sebanyak 120 personel akan disiagakan untuk melakukan pemantauan di jalur mudik, baik yang bertugas di posko maupun secara mobile.
Untuk mendukung pengaturan lalu lintas, Dishub juga menyiapkan berbagai perlengkapan seperti 10 rambu portable, 10 water barrier, 150 traffic cone, serta 30 life jacket.
Ridwan mengimbau para pemudik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan.
“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati saat melintasi jalur rawan kecelakaan agar perjalanan mudik bisa berlangsung aman dan lancar,” pungkasnya. (Wit)
