Kepolosan Mengejar Balon, Arkenan Tewas Terseret Banjir Ciamis

BPBD Ciamis saat mengevakuasi jasad Arkenan pada Jumat (13/3/2026)/ (Istimewa)
BPBD Ciamis saat mengevakuasi jasad Arkenan pada Jumat (13/3/2026)/ (Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Senja di Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, Selasa (10/3/2026) lalu, seharusnya menjadi akhir hari yang biasa bagi bocah laki-laki bernama Arkenan Joan Rahardi. Namun, takdir berkata lain. Di usia 5 tahun, senja itu justru menjadi perpisahan abadinya dengan keluarga tercinta.

Kepolosan seorang anak yang berlari mengejar balon kesayangannya yang terbang melayang berubah menjadi duka yang mengiris hati, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh warga yang mendengar kisah pilu ini.

Hujan deras yang mengguyur Ciamis sore itu memang telah lama reda. Namun, ia meninggalkan jejak basah dan luapan air di saluran perumahan. Di Perum Lembah Medina, tempat Arkenan tinggal, saluran air yang biasanya tenang berubah menjadi deras dan berbahaya. Di sanalah awal mula tragedi itu terjadi.

Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    

Sebuah balon mainan, benda sederhana yang menjadi sumber kebahagiaan anak-anak, terlepas dari genggaman tangan mungil Arkenan. Tanpa berpikir panjang, ia berlari kecil mengejarnya.

Namun, langkah kaki kecilnya yang tak mengenal takut itu terpeleset di tepi saluran air yang licin. Arus yang mengamuk langsung menyeret tubuhnya menuju Sungai Ciluncat yang terhubung langsung dengan aliran besar Sungai Citanduy.

Kepanikan melanda keluarga saat senja mulai berganti malam. Tawa riang Arkenan yang biasa memenuhi rumah itu berganti isak tangis. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis bersama puluhan warga langsung bergerak cepat.

Di bawah sisa-sisa rintik hujan dan diterangi lampu seadanya, mereka menyisir sungai. Namun, malam pertama itu hanya menyisakan kegelapan dan harapan yang mulai menipis. Arus deras Sungai Citanduy yang legendaris itu seolah enggan melepas mangsanya dengan mudah.

Tiga hari berlalu dalam penantian yang mencekam. Doa tak henti dipanjatkan, pencarian terus dilakukan hingga ke hilir sungai. Hingga akhirnya, pada Jumat (13/3/2026) siang, sebuah kabar yang ditunggu sekaligus paling ditakuti datang.

Tim SAR gabungan yang masih berjibaku menemukan sesosok jasad anak kecil di Leuwi Carian, Kelurahan Benteng. Lokasinya berjarak sekitar 1,6 kilometer dari titik awal hilangnya Arkenan. Jasad mungil itu ditemukan dalam posisi tengkurap, tersangkut di antara dahan pohon yang membentang di sungai.

0 Komentar