Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, membenarkan penemuan tersebut dengan nada berat. “Iya, ada temuan jasad anak kecil di Sungai Citanduy. Saat ditemukan, jasad korban langsung kami evakuasi ke RSUD Ciamis untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya kepada awak media, Jumat sore.
Kepastian bahwa jasad tersebut adalah Arkenan tak butuh waktu lama. Tim medis dan pihak keluarga langsung melakukan identifikasi awal. Ciri-ciri fisik yang melekat, termasuk celana pendek yang menjadi satu-satunya kain yang melekat di tubuhnya, menjadi petunjuk kunci. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di perumahan sebelum kejadian juga memperkuat identifikasi tersebut.
“Kami pastikan itu adalah Arkenan Joan Rahardi. Ciri-cirinya sangat identik dengan hari Selasa (10/3/2026) saat ia dinyatakan hilang. Korban tidak mengenakan baju, hanya memakai celana pendek. Identifikasi juga diperkuat dari struktur giginya,” jelas Ani lebih lanjut.
Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan
Kepergian Arkenan menyisakan luka mendalam. Ia adalah korban kelima di wilayah tersebut dalam kurun waktu setahun terakhir akibat luapan air saat musim hujan. Warga sekitar pun kembali diingatkan akan bahaya bermain di dekat saluran air saat hujan.
Namun, bagi keluarga Arkenan, nasihat itu datang terlambat. Mereka hanya bisa menerima kenyataan pahit bahwa buah hati tercinta telah berpulang.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah Arkenan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Isak tangis pecah di rumah duka saat ambulans tiba membawa jasad putra kecil mereka. “Pihak keluarga sudah memastikan bahwa itu adalah anak mereka. Saat ini, jasad korban telah kami serahkan sepenuhnya kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Ani. (CEP)
