BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Masjid dan RT/RW Lindungi Pekerja Informal

lindungi pekerja
BPJS Ketenagakerjaan menggandeng pengurus masjid dan lingkungan RT/RW, agar perlindungan pekerja dapat menjangkau hingga ke lingkungan tempat tinggal.
0 Komentar

JABAREKSPRES – BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat upaya perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal melalui pendekatan berbasis komunitas. Strategi ini dilakukan dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat, seperti pengurus masjid dan lingkungan RT/RW, agar perlindungan pekerja dapat menjangkau hingga ke lingkungan tempat tinggal.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur. Dalam kegiatan yang sama, juga dilakukan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.

Penyerahan kartu kepesertaan dan santunan dilakukan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk menghadirkan layanan perlindungan sosial yang lebih dekat dengan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,” ujar Saiful Hidayat.

Baca Juga:TMMD ke-127 Resmi Ditutup: Kolaborasi TNI-Warga Percepat Kesejahteraan Pedesaan BandungEmployee Volunteering BPJS Bojongsoang: Bagi Takjil Gratis di Jalan Raya  

Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas dinilai efektif karena banyak pekerja informal berada di lingkungan sosial yang dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Para pekerja tersebut antara lain pedagang, pengurus lingkungan, hingga anggota komunitas yang selama ini belum semuanya terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Seringkali tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena itu, perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan dan mengajak agar semakin banyak pekerja ikut terlindungi,” jelasnya.

Saiful menambahkan bahwa komunitas seperti masjid dan lingkungan RT/RW memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja. Melalui simpul-simpul komunitas tersebut, edukasi mengenai program BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Melalui komunitas seperti masjid dan RT/RW, kita dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama. Dengan pendekatan ini, diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” tambah Saiful.

0 Komentar