JABAR EKSPRES – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada Iran terkait potensi gangguan terhadap jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa Washington akan merespons dengan serangan yang jauh lebih besar apabila Teheran memblokade jalur vital tersebut.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform Truth Social pada Selasa (10/3), Trump mengatakan Amerika Serikat siap melancarkan serangan hingga 20 kali lebih kuat dari yang pernah terjadi sebelumnya jika Iran mencoba menghentikan aliran minyak melalui Selat Hormuz.
“Jika Iran melakukan apapun yang menghentikan pasokan minyak di Selat Hormuz, mereka akan diserang oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras dari yang mereka hadapi sejauh ini,” kata Trump.
Baca Juga:Trump Klaim Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga usai Serangan AS dan IsraelIrlandia Kritik Serangan AS dan Israel ke Iran karena Dinilai Tanpa Mandat PBB
Ia juga menyebutkan bahwa serangan tersebut akan menargetkan titik-titik yang dianggap mudah dihancurkan. Menurutnya, langkah itu akan membuat Iran kesulitan untuk membangun kembali negaranya.
Trump bahkan memperingatkan bahwa dampak dari tindakan tersebut akan sangat besar, dengan menggambarkan situasi yang dipenuhi “kematian, api, dan amarah” jika konflik semakin meluas. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya berharap skenario tersebut tidak perlu terjadi.
“Tetapi saya berharap, dan berdoa, supaya hal tersebut tak terjadi!” ujar Trump.
Trump juga menyatakan bahwa sikap tegas Amerika Serikat tersebut pada dasarnya merupakan bentuk perlindungan bagi negara-negara yang sangat bergantung pada jalur perdagangan di Selat Hormuz. Ia menyebut langkah itu sebagai semacam “hadiah” bagi China dan negara lain yang memanfaatkan jalur pelayaran strategis tersebut untuk distribusi energi.
“Saya harap langkah ini akan mendapat banyak apresiasi,” tambahnya.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, karena menjadi titik utama pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara. Gangguan terhadap jalur ini dapat memicu lonjakan harga energi global dan berdampak besar pada perekonomian dunia.
Sementara itu, pemerintah Iran membantah keras tuduhan bahwa mereka berupaya memblokade jalur pelayaran tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak menutup Selat Hormuz maupun menghalangi aktivitas kapal di kawasan itu.
