Dalam wawancara dengan PBS, Araghchi menjelaskan bahwa perlambatan produksi dan distribusi minyak di kawasan bukan disebabkan oleh tindakan Iran. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat serangan dan tekanan militer dari Israel serta Amerika Serikat.
Ia menilai kedua negara itulah yang justru memperburuk stabilitas kawasan sehingga membuat jalur pelayaran menjadi tidak aman. Situasi tersebut, kata dia, menyebabkan banyak kapal tanker minyak dan kapal komersial lainnya menjadi khawatir untuk melintas di Selat Hormuz.
“Kami tidak menutup selat. Kami tidak menghalangi pelayaran mereka di selat ini,” kata Araghchi menegaskan.
Baca Juga:Trump Klaim Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga usai Serangan AS dan IsraelIrlandia Kritik Serangan AS dan Israel ke Iran karena Dinilai Tanpa Mandat PBB
Pernyataan saling tuding antara Washington dan Teheran ini semakin meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama terkait keamanan jalur energi global yang sangat vital bagi perdagangan dunia.*
