JABAR EKSPRES – Tim peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Equity di Desa Cipancar, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.
Kegiatan tersebut berfokus pada penerapan teknologi edible coating untuk memperpanjang umur simpan buah manggis hasil panen petani setempat.
Guru Besar Fakultas Teknologi Industri ITB, Lienda Aliwarga, mengatakan program ini bertujuan memberikan pelatihan kepada para petani manggis agar dapat memaksimalkan masa simpan hasil panen.
Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan
“Pada saat ini kami melakukan program pegabdian kepada masyarakat di Desa Cipancar untuk petani manggis,” kata Prof. Lienda kepada Jabar Ekspres, Selasa (10/3).
Program PKM tersebut melibatkan peneliti dari ITB, Universitas Padjadjaran (Unpad), serta Chulalongkorn University dari Thailand.
Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat ITB sebagai upaya menerapkan hasil riset kampus secara langsung kepada masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah petani manggis Desa Cipancar terlihat antusias mengikuti pelatihan.
Mereka menyimak materi yang diberikan dan bersemangat saat sesi praktik teknologi edible coating dengan metode penyemprotan pada buah manggis.
Tiga orang petani bahkan mendapat kesempatan langsung mencoba praktik penyemprotan larutan pelapis pada buah manggis di hadapan peserta lainnya.
Menurut Prof. Lienda, sebagai akademisi, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus harus bisa diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 KecamatanHj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKB
Ia menjelaskan, bahan utama larutan edible coating yang digunakan cukup sederhana dan mudah diperoleh oleh para petani.
“Larutan yang digunakan berasal dari lilin lebah, dilelehkan lalu dicampur dengan beberapa bahan hingga menjadi cairan yang dapat melapisi buah,” kata dia.
Lapisan tersebut berfungsi melindungi kulit manggis dari proses pembusukan terlalu cepat, sehingga buah dapat disimpan lebih lama setelah dipanen.
Prof. Lienda menambahkan, metode pelapisan sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti penyemprotan, penyelupan, atau dioleskan secara manual. Namun, dalam pelatihan PKM ini digunakan metode penyemprotan karena dinilai paling merata dan praktis bagi petani.
Teknologi ini juga dinilai mudah diterapkan karena bahan utama berupa lilin lebah dapat dibeli di pasaran maupun melalui platform belanja daring.
