Teknologi Edible Coating ITB Bantu Petani Manggis Cipancar Sumedang Perpanjang Masa Simpan hingga 4 Pekan

Guru Besar Fakultas Teknologi Industri ITB, Prof. Dr. Ir. Lienda Aliwarga ketika memberikan materi Teknologi
Guru Besar Fakultas Teknologi Industri ITB, Prof. Dr. Ir. Lienda Aliwarga ketika memberikan materi Teknologi Edible Coating kepada para petani manggis di Desa Cipancar, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Selama ini, buah manggis yang dipanen petani di Desa Cipancar hanya mampu bertahan sekitar dua pekan sebelum kulitnya mengeras dan kualitasnya menurun.

Melalui teknik edible coating yang dikembangkan para peneliti dari ITB, Unpad, dan Chulalongkorn University, masa simpan manggis kini dapat diperpanjang hingga mendekati empat pekan.

“Dari umur simpan dua minggu, kalua di-coating ini bisa mendekati empat minggu. Formula masih kami perbaiki, kemungkinan bisa lebih Panjang lagi,” jelas Prof Lienda.

Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    

Tambahan masa simpan pascapanen tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi para petani. Dengan masa simpan yang lebih lama, mereka dapat mengatur waktu penjualan dan menjaga kualitas buah.

Selama ini, manggis dari Desa Cipancar bahkan telah dipasarkan ke luar daerah hingga pasar ekspor melalui jalur distribusi di wilayah Tasikmalaya.

Namun saat musim panen melimpah, harga manggis sering turun drastis karena pasokan yang terlalu banyak. Kondisi ini membuat sebagian petani memilih menunda panen agar buah tidak cepat rusak.

“Ukuran busuk untuk manggis adalah kulitnya yang mengeras. Harapannya dengan pelapisan ini mereka bisa mengirim ke tempat yang lebih jauh karena umur simpan lebih lama,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa teknologi edible coating tidak hanya dapat diterapkan pada manggis, tetapi juga pada buah lain yang kulitnya tidak dikonsumsi, seperti pisang dan jenis buah lainnya.

“Petani tidak harus mencari sarang lebah. Lilin lebah bisa didapat dari mana saja di pasaran, tinggal nanti dibuat campurannya,” pungkas Prof Lienda. (Bas)

0 Komentar