JABAR EKSPRES – Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan, meski terjadi kenaikan harga minyak dunia imbas perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS)
Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia di Jakarta, Senin. Ia memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan, terlebih menjelang Idulfitri 1447 H.
“Sebagaimana juga sudah disampaikan oleh Menteri ESDM atas arahan Presiden, bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak akan naik,” ujarnya, dikutip Selasa (10/3/2026).
Baca Juga:Soal Pemangkasan Anggaran MBG, Ini Kata Menkeu!Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas, Imbas Perang Iran vs Israel-AS?
Keputusan tersebut, kata dia, diambil meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan dibandingkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dalam APBN yang berada di kisaran 70 dolar AS per barel.
Berdasarkan laporan Kyodo, Senin, harga minyak mentah berjangka sempat melampaui 111 dolar AS per barel atau mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 seiring dinamika geopolitik global yang masih berlangsung.
Selain itu, ia juga memastikan pihaknya akan terus melakukan pemantauan agar ketahanan energi nasional tetap aman. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying, lantaran stok BBM nasional berada di atas standar minimum.
“Stok BBM nasional berada di atas standar minimum, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan panic buying,” pungkasnya.
Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa juga menegaskan bahwa, saat ini pihaknya belum berencana menaikan harga BBM subsidi.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata dia, Senin.
Ia juga mengatakan bahwa pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman. Kemudian erata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga:Masyarakat Diminta Tak "Panic Buying" BBM, Stok Aman?Setahun Bullion Bank, BSI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Capai 22,5 Ton
Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak. Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” ujarnya lagi.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas,” pungkasnya.
