Selain itu, penguatan sistem elektronik juga dilakukan dengan penggunaan firewall dari sisi jaringan dan aplikasi. Pemerintah Kota Cimahi juga menerapkan Survaillance ISO 27001:2022 untuk layanan pusat data terhadap sistem elektronik yang dikelola pemerintah daerah.
“Juga kami melaksanakan pemeriksaan berkala terkair dengan kerentanan pada Sistem Elektronik Pemerintah Kota Cimahi dengan metode Vuneralbility Assesment maupun Penetration Test dan mengimplementasikan framework secure coding untuk pembangunan mupun pengembangan sistem elektronik,” terang Cepi.
Diskominfo Cimahi juga secara rutin mengingatkan perangkat daerah, khususnya aparatur sipil negara (ASN), untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman siber melalui program Patroli Ancaman Siber dan Monitoring Risiko (PAMOR).
Baca Juga:NgabubuRide Warnai Ramadan di Cimahi, Komunitas Vespa Klasik Ajak Anak Yatim Konvoi Keliling KotaRamp Check Dishub Cimahi Tak hanya Cek Fisik Bus, Sopirnya Juga Bakal Diperiksa
Ke depan, Diskominfo Cimahi berencana memperkuat kolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKBP2KB) serta Dinas Sosial.
“Ini dalam upaya mengkampanyekan pembatasan akses platform digital bagi anak di bawah 16 tahun melalui media sosial pemerintah kota cimahi sebagai bahan literasi digital untuk masyarakat,” kata dia.
Menurut Cepi, perlindungan anak di ruang digital tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Tidak hanya pemerintah, tetapi juga orang tua, sekolah, serta masyarakat (KIM) memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap aktivitas digital anak,” cetusnya.
Karena itu, Diskominfo Cimahi juga terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat agar penggunaan teknologi dapat dilakukan secara lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Ia menjelaskan, salah satu program yang telah dijalankan yakni Patroli Ancaman Siber dan Monitoring Risiko (PAMOR) yang dilakukan oleh perangkat daerah untuk meningkatkan perilaku keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.
Cepi menuturkan, terdapat pula program JUMATKAMISAE (Jum’at keamanan informasi Security Awareness Everyweek) yang dilakukan melalui penyebaran flyer dan video edukasi terkait keamanan informasi kepada masyarakat melalui kanal media sosial resmi pemerintah.
Baca Juga:Berkah! UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet hingga Dua Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026Kepala BKPSDM Bantah Tuduhan 'Permainan' dalam Rotasi Mutasi Pejabat Pemkab Bandung
“Selain itu, terdapat pula program JUMATKAMISAE (Jum’at keamanan informasi Security Awareness Everyweek) yang dilakukan melalui penyebaran flyer serta video edukasi mengenai keamanan informasi kepada masyarakat melalui kanal media sosial resmi kami,” imbuhnya.
