Ribuan Jemaah Padati Masjid Aisyah Al Ma'soem, Takzim pada Peringatan Nuzulul Quran di Malam 17 Ramadan 1447 H

Ribuan Jemaah Padati Masjid Aisyah Al Ma\'soem, Takzim pada Peringatan Nuzulul Quran di Malam 17 Ramadan 1447 H
Para jemaah ketika melaksanakan salat Isya di Masjid Aisyah Al Ma\'soem, Kompleks Makam Keluarga Besar H. Ma’soem, Dangdeur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung pada Peringatan Nuzulul Quran di Malam 17 Ramadan 1447 H, Jumat (6/3/2026) malam. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Yanuar Baswata, Jabar Ekspres, Kabupaten Bandung

MATAHARI sempurna tenggelam di sebelah barat, tepat pukul 18.07 WIB adzan maghrib mulai berkumandang. Ucapan Alhamdulillah terdengar tipis diucapkan sejumlah orang, sekira seribu jemaah berkumpul untuk berbuka bersama.

Suasana syahdu begitu tampak di Masjid Aisyah Al Ma’soem, Kompleks Makam Keluarga Besar H. Ma’soem, Dangdeur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung pada Jumat (6/3/2026) malam.

Para jemaah menikmati takjil, raut wajah bahagia terlihat dari senyuman mereka pada malam peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadan 1447 H/2026 M di Masjid Aisyah Al Ma’soem.

Baca Juga:Kopi Good Day DBL Camp 2026 Digelar di Jakarta, 260 Student Athlete Berebut Tiket ke Amerika SerikatBerkah! UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet hingga Dua Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026

Tak hanya berbuka puasa bersama, kegiatan peringatan Nuzulul Quran pun lanjut diisi dengan salat Magrib, Isya, lalu Tarawih berjemaah dan tabligh akbar.

Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung (YAB), Prof Ceppy Nasahi Ma’soem dalam sambutannya menyampaikan, jika peringatan Nuzulul Quran merupakan kegiatan rutin tahunan, yang menjadi sarana mempererat silaturahmi keluarga besar Al Ma’soem.

“Peringatan Nuzulul Qur’an ini merupakan kegiatan rutin tahunan Al Ma’soem sekaligus sarana silaturahmi dan buka bersama sivitas Al Ma’soem Group,” katanya di hadapan seribuan jamaah.

Melalui pantauan Jabar Ekspres di lokasi, terlihat para jemah yang hadir terdiri keluarga besar Yayasan Al Ma’soem, sivitas Al Ma’soem Group, santri, mahasiswa, hingga warga sekitar.

Mereka mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh ketakziman. Selepas salat Tarawih, acara dilanjutkan dengan tabligh akbar yang menghadirkan penceramah Ucup Pathudin Al Maarif, dengan tausiyah membahas makna Alquran sebagai petunjuk hidup bagi umat Islam.

“Terakhir kita melaksanakan kegiatan di tempat ini sebelum pandemi Covid-19,” ujarnya Ceppy dalam sambutannya.

Menurutnya, Ramadan merupakan Syahrul Qur’an, bulan yang tidak hanya dimaknai sebagai waktu menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat interaksi dengan Alquran sebagai sumber petunjuk hidup.

Baca Juga:Kepala BKPSDM Bantah Tuduhan 'Permainan' dalam Rotasi Mutasi Pejabat Pemkab BandungManfaatkan Momen Ramadan, Pertamina Ajak Puluhan UMKM untuk Aktif dan Berdaya 

Ceppy menuturkan, apabila orang mau memahami wahyu Allah, maka tidak akan sama dengan orang yang mengabaikannya.

Perbedaan yang dimaksudkan itu, menurutnya, bisa tampak dan terlihat dari cara seseorang merespons di kehidupan sehari-hari.

0 Komentar