JABAR EKSPRES – Angin kencang yang menerjang Kota Cimahi pada Jumat sore, 6 Maret 2026, menumbangkan sejumlah pohon di beberapa kawasan. Petugas gabungan bergerak membersihkan dahan dan batang pohon yang berserakan di jalan dengan target penyelesaian pada malam hari.
Sejumlah titik yang terdampak berada di sekitar kawasan Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Kelurahan Padasuka, hingga Kelurahan Cimahi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengatakan proses pembersihan dahan pohon sudah dilakukan sejak sore hari.
Baca Juga:Berkah! UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet hingga Dua Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026Kepala BKPSDM Bantah Tuduhan 'Permainan' dalam Rotasi Mutasi Pejabat Pemkab Bandung
Ia menyebut sebagian besar batang dan dahan berukuran besar telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
“Sehingga tinggal dahan-dahan ranting-ranting kecil, kita usahakan malam ini selesai,” kata Andy, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi pada Sabtu, (7/3/26).
Menurut dia, petugas masih terus bekerja di lapangan untuk menuntaskan sisa pembersihan dahan yang berada di pinggir jalan, meskipun sebagian tidak mengganggu arus lalu lintas.
Saat ditanya mengenai kendala dalam proses evakuasi puing-puing pohon yang tumbang akibat angin puting beliung tersebut, Andy menegaskan secara umum tidak ada hambatan berarti. Pembersihan dilakukan secara terpadu oleh sejumlah instansi.
“Kemudian peralatan juga kami lihat tadi, kami kerahkan tadi, katakanlah cukup mumpuni begitu. Masing-masing elemen, DLH dengan pasukan khusus DLH untuk pohon-pohon, kemudian alat berat mobil crane, kemudian juga dengan truk pengangkut sampahnya atau puing-puingnya,” ujar Andy.
Ia menambahkan, BPBD juga mengerahkan seluruh personelnya ke lapangan dengan dukungan kendaraan operasional dan peralatan yang dimiliki.
Namun, proses pembersihan sempat terkendala kondisi lalu lintas yang padat pada sore hari, bertepatan dengan aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Baca Juga:Manfaatkan Momen Ramadan, Pertamina Ajak Puluhan UMKM untuk Aktif dan Berdaya DJP Kemenkeu Ungkap Alasan Pajak THR Dipotong Sejak 2025
“Kemacetan yang lumayan parah tercipta gara-gara itu. Jadi hambatannya adalah sambil bagaimana pembersihan dan bagaimana melaksanakan pengaturan, tentunya rekan kami juga yang dari dinas terkait, Dishub, berperan di situ,” bebernya.
Andy juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Ia menyarankan warga memantau informasi resmi dari BPBD maupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
