Pererat Silaturahmi, Safari Ramadan Cimahi Hadirkan Dialog antara Warga dan Pemerintah

Pererat Silaturahmi, Safari Ramadan Cimahi Hadirkan Dialog antara Warga dan Pemerintah
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Safari Ramadhan ke Sejumlah Masjid-Masjid dalam Rangka Mempererat Silaturahmi dengan Warga dan Mendengar Langsung Aspirasi Masyarakat (Mong
0 Komentar

“Saya ganti bukan tarling keliling, tapi Safari Ramadan, biar kita juga lebih nyaman nanti yang mau tarawih-tarawih, mau cukup sampai salat magrib buka bersama, itu juga sama. Jadi masih panjang waktunya. Jadi kalau dengan tarling kan waktunya mepet, jadi berapa jam warga menunggu di sini, kita ambil efektifnya sudah kita rubah menjadi Safari Ramadan,” kata dia.

Ngatiyana menilai Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi medium kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Untuk apa sih kita melaksanakan Safari Ramadan? Karena kita harus melaksanakan minimal silaturahmi sajalah untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama masyarakat Kota Cimahi,” ujarnya.

Ngatiyana Paparkan Capaian Pembangunan Cimahi

Baca Juga:DLH KBB Selidiki Pembuang Limbah Medis Ilegal di Cikalongwetan, Diduga Berasal dari Faskes Cimahi!DPRD Kota Cimahi Bahas Tiga Raperda Strategis, Jawab Kerentanan Sosial hingga Nasib Petani Perkotaan

Dalam Safari Ramadhan tersebut, Ngatiyana juga memaparkan sejumlah capaian strategis Pemerintah Kota Cimahi sepanjang 2025, khususnya di sektor infrastruktur, kesehatan, dan layanan dasar.

Salah satunya adalah penataan Bundaran Jati di Ciganzol yang diarahkan untuk mengurai kemacetan lalu lintas.

“10 bulan tahun 2025 kita bisa menyelesaikan salah satunya tadi, mungkin masyarakat pernah lewat Bundaran Jati. Nah,mungkin itu salah satunya mengurangi kemacetan,” cetusnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat fasilitas kesehatan untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap layanan kesehatan di luar daerah.

Penguatan tersebut meliputi pembangunan dan pengembangan Labkesmas Citeureup, Puskesmas Cibeureum, hingga UPDRS Cipabat.

“Barangkali ada yang sakit butuh darah tidak perlu ke Bandung, cukup di sini, karena untuk menyelamatkan jiwa bagi masyarakat yang sakit di Cimahi sehingga tersedia darah yang cepat untuk melayani masyarakat,” kata Ngatiyana.

Rumah Singgah hingga Revitalisasi Sekolah

Pemerintah Kota Cimahi juga menghadirkan Rumah Singgah di Cipageran sebagai bentuk kepedulian sosial bagi warga terlantar maupun lansia yang tidak memiliki keluarga yang merawat.

Baca Juga:Disnaker Cimahi Buka Hotline Konsultasi dan Pengaduan THR 2026, Ini Rinciannya!Sepak Bola Cimahi Terancam Stagnan Tanpa Sarpras, Ini Kata Askot PSSI dan Pemkot

“Itu adalah untuk menampung orang-orang yang terlantar. Ya, jadi orang-orang terlantar, termasuk orang tua yang tidak terurus oleh putra-putrinya karena pekerjaan,” jujurnya.

Ngatiyana menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh aparatur pemerintah.

“Kita hanya punya ide, punya keinginan, tetapi para Kepala Dinas inilah yang menyelenggarakan dan melaksanakan kegiatannya,” kata Ngatiyana.

0 Komentar