Nina Bahtiar Resmi Tinggalkan PDIP, Kini Berlabuh di PSI

Nina Bahtiar, putri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Dai Bachtiar (dua kanan), Ketua Umum PSI Kaesang Panga
Nina Bahtiar, putri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Dai Bachtiar (dua kanan), Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep (dua kiri) dalam sesi foto bersama. Nina tinggalkan PDIP dan berlabuh di PSI. (Istimewa/dok pribadi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Peta politik Jawa Barat kembali mengalami pergeseran jelang agenda politik ke depan. Nina Bahtiar, putri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Dai Bachtiar, resmi memutuskan untuk mengakhiri perjalanannya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Politikus senior asal Indramayu itu kini memilih berlayar bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Keputusan politik tersebut tidak diumumkan secara sepihak. Nina Bahtiar terlebih dahulu menyambangi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI di Jakarta. Dalam kunjungannya, ia diterima langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Momen tersebut menjadi titik awal resminya Nina sebagai kader baru partai berlogo bunga mawar. Dalam pertemuan itu, Kaesang secara simbolis menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI kepada Nina.

Setelah resmi menjadi bagian dari PSI, peran Nina mulai dipetakan. Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Barat, Sendi Fardiansyah, membenarkan kabar tersebut. Pihaknya menyambut positif kedatangan figur baru yang dinilai memiliki pengalaman panjang di dunia politik.

Baca Juga:Lewat Eksepsi, Kuasa Hukum Resbob Nilai Dakwaan JPU Cacat FormilBULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di Sumedang

“Kami menyambut baik bergabungnya Ibu Nina di PSI. Rekam jejak dan ketokohan beliau di Jawa Barat, khususnya di Indramayu, tentu menjadi energi dan semangat baru untuk PSI,” ujar Sendi dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Sendi menjelaskan, proses kaderisasi dan adaptasi Nina akan segera dimulai. Ia mengungkapkan bahwa Ketua Umum PSI telah memberikan arahan khusus terkait langkah-langkah yang harus dilakukan oleh kadernya yang baru. Hal ini menunjukkan bahwa perpindahan Nina bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi partai dalam membangun kekuatan.

“Mas Ketum sudah memberikan arahan khusus untuk Ibu Nina terkait kerja-kerja politik ke depan,” tambah Sendi.

Lebih lanjut, Sendi memastikan bahwa Nina Bahtiar tidak akan menjadi kader biasa. Sosoknya akan langsung ditempatkan di lini terdepan struktur kepengurusan partai di tingkat provinsi. Ia akan memperkuat struktur kepengurusan di DPW PSI Jawa Barat. Langkah ini diambil karena Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, sehingga menjadi barometer politik nasional sekaligus medan pertempuran utama dalam meraih dukungan.

0 Komentar