Konflik Timur Tengah Kian Memanas, UMKM Perlu Waspadai Ini

Konflik Timur Tengah Kian Memanas, UMKM Perlu Waspadai Ini
Ilustrasi toko kue, salah satu UMKM yang perlu mewaspadai dampak konflik Timur Tengah. Dok. Pexels
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel kian memanas, itu berdampak terhadap perekonomian global, tidak terkecuali Indonesia.

Ketegangan yang terjadi di wilayah Timur Tengah itu juga dapat berdampak pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Seperti disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah di Purwokerto, Rabu.

Menurutnya, pelaku UMKM harus waspada terhadap dampak konflik di Timur Tengah tersebut, terutama bagi UMKM yang menggunakan bahan baku impor. Sebab itu memicu kenaikan inflasi dan fluktuasi harga bahan baku impor.

Baca Juga:RI Bakal Impor Beras dari AS, Bertentangan dengan Swasembada?Imbas Konflik Iran dengan AS-Israel: Rupiah Melemah, BBM Terancam Langka

“Konflik yang terjadi di Timur Tengah tentu akan sangat berpengaruh terhadap pengembangan ekonomi. Inflasi pasti akan semakin tinggi. Nah, salah satu yang terdampak adalah UMKM karena masih banyak yang bergantung pada bahan baku impor dan harganya mengikuti naik turunnya dolar,” paparnya, dikutip Kamis (5/3/2026).

Kecenderungan UMKM yang bergantung pada impor, kata dia, jelas akan sangat terdampak dengan adanya gejolak geopolitik global yang terjadi saat ini. Mengingat mereka sangat sensitif terhadap perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Legislator yang akrab disapa Erma itu mencontohkan, pelaku UMKM di sektor boga seperti produsen kue dan makanan olahan yang sebagian bahan bakunya masih berasal dari luar negeri.

Ketika harga bahan naik akibat gangguan distribusi atau pelemahan nilai tukar, kata dia, biaya produksi ikut terdongkrak sehingga margin keuntungan menjadi semakin tipis.

“Kalau secara konkret memang belum ada satu formulasi yang pasti. Tapi setidaknya ini harus kita sampaikan kepada para pengusaha UMKM agar berhati-hati,” ujarnya.

“Jangan sampai membeli bahan baku dengan harga lama, lalu ketika menjual hasilnya tidak cukup untuk membeli bahan baku lagi dengan harga yang sudah naik,” lanjut dia.

Untuk itu, ia mengaku pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan UMKM untuk membahas dampak situasi global tersebut.

Baca Juga:Purbaya: APBN Cukup Kuat di Tengah Potensi Krisis Akibat Konflik Iran dengan AS-IsraelSelat Hormuz Ditutup Imbas Konflik Iran dengan AS-Israel, Kemenkeu Pantau Potensi Risiko

Meskipun belum ada kebijakan khusus yang dirumuskan, dia menilai langkah mitigasi perlu dipersiapkan sejak dini agar dampaknya tidak meluas.

Dia juga menyarankan pelaku UMKM untuk tidak terlalu agresif dalam melakukan ekspansi usaha di tengah ketidakpastian global.

0 Komentar