Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Bandung Raya–Sumedang, BMKG Ungkap Pengaruh MJO dan Bibit Siklon 90

Pengendara sepeda motor melintas saat hujan deras di Jalan Prabu Dimuntur, Kota Bandung, Rabu (4/3)
Pengendara sepeda motor melintas saat hujan deras di Jalan Prabu Dimuntur, Kota Bandung, Rabu (4/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hujan deras disertai angin kencang melanda ruas Jalan Cadas Pangeran, tepatnya di wilayah Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Rabu (4/3/2026).

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan kondisi tersebut dipicu sejumlah faktor atmosfer yang mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif skala lokal di wilayah Jawa Barat.

“Dalam sepekan ke depan, dinamika atmosfer yang diprakirakan masih mendukung peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat,” katanya, Rabu (4/3).

Baca Juga:Hj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKBBupati Bandung Sidak RSUD Bedas Arjasari, Soroti Proyek 'Anggeus Tapi Teu Anggeus'

Rahayu menambahkan, kondisi tersebut juga dipengaruhi suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia, serta fenomena gelombang atmosfer Madden–Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi masih aktif, disertai gelombang Low Frequency.

“Faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan, potensi terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin di sekitar Jawa Barat, serta kondisi labilitas atmosfer pada kategori ringan hingga kuat,” jelasnya.

Ia menegaskan, kombinasi faktor tersebut mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif secara lokal di Jawa Barat, termasuk wilayah Bandung Raya dan Sumedang.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, hujan turun dengan intensitas sangat deras disertai angin kencang yang membatasi jarak pandang.

Arus lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran terpantau lengang. Truk besar melaju perlahan, sementara sejumlah pengendara roda dua tampak mengenakan jas hujan.

Selain itu, BMKG juga memantau pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.

“Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca, berupa: Hujan sedang hingga lebat di sertai angin kencang wilayah Jawa Barat, Ja

Baca Juga:Kekerasan terhadap Jurnalis Kembali Terjadi di Tasikmalaya, Diduga Dilakukan Ketua KDMP Ini Pesan H. Cucun Dalam Reses Anggota DPRD Fraksi PKB

Di wilayah Stageof Bandung, Jalan Cemara, kecepatan angin tercatat mencapai 31,5 kilometer per jam dengan curah hujan 17 milimeter per jam. Intensitas tersebut tergolong lebat dan berpotensi meningkatkan limpasan air di permukaan tanah yang dapat memicu genangan hingga banjir.

BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berubah sewaktu-waktu dan menimbulkan bencana hidrometeorologis, seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

0 Komentar