JABAR EKSPRES – Dadang Supriatna melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan RSUD Bedas Arjasari untuk memastikan progres pekerjaan sesuai dengan laporan yang diterima.
Dalam kunjungannya, Bupati mengungkapkan bahwa sebelumnya ia menerima laporan yang menyebutkan pembangunan rumah sakit tersebut telah mencapai 100 persen. Namun setelah meninjau langsung ke lapangan, ia menemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai belum tuntas dan masih jauh dari kata sempurna.
“Laporan ke saya 100 persen katanya sudah selesai. Kenyataannya di lapangan masih banyak PR. Detail bangunan terlihat dikerjakan asal-asalan, masih banyak detail sipil dan atap yang tidak rapi,” tegasnya saat meninjau lokasi proyek.
Baca Juga:Kekerasan terhadap Jurnalis Kembali Terjadi di Tasikmalaya, Diduga Dilakukan Ketua KDMP Ini Pesan H. Cucun Dalam Reses Anggota DPRD Fraksi PKB
Ia menilai pembangunan fasilitas kesehatan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan secara fisik, melainkan juga dari kualitas pengerjaan, estetika, serta fungsi jangka panjangnya. Menurutnya, rumah sakit sebagai fasilitas publik harus memenuhi standar yang baik sebelum dioperasikan.
“Saya sidak ke RSUD Bedas Arjasari ini ingin memastikan langsung di lapangan terkait laporan yang saya terima. Katanya sudah 100 persen selesai, ternyata masih jauh dari kata sempurna,” ujarnya.
Bupati menekankan agar kontraktor dan pihak terkait segera melakukan pembenahan terhadap pekerjaan yang belum sesuai standar. Ia mengingatkan bahwa rumah sakit tersebut akan melayani masyarakat dalam jangka panjang sehingga tidak boleh ada pekerjaan yang dikerjakan setengah hati.
“Jangan sampai estetika hilang, fungsi terganggu. Rumah sakit ini dibangun untuk masyarakat, jadi kualitasnya harus benar-benar dijaga,” tambahnya.
Sidak ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memastikan setiap proyek pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan tidak sekadar memenuhi target administratif. Pemerintah daerah juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum fasilitas tersebut resmi dioperasikan untuk pelayanan masyarakat.
