JABAR EKSPRES – Eskalasi konflik di wilayah Teluk memasuki babak baru setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengumumkan keputusan strategis pemerintahannya.
Inggris secara resmi memberikan izin kepada Amerika Serikat (AS) untuk memanfaatkan pangkalan-pangkalan militer milik Inggris di tengah meningkatnya intensitas serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran.
Melansir laporan dari laman aa.com.tr, langkah ini diambil sebagai respons atas situasi keamanan yang kian genting pasca serangan besar-besaran yang melibatkan AS, Israel, dan Iran dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga:Timur Tengah Membara! 5 Bandara di 4 Negara Arab Hancur Dihantam Rudal dan Drone IranDunia Terancam Krisis Energi! Iran Klaim Rudal Kapal Induk AS, Selat Hormuz Resmi Ditutup
PM Keir Starmer menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki batasan yang sangat jelas. Berdasarkan pernyataannya, izin tersebut diberikan murni untuk kepentingan stabilitas kawasan dan perlindungan terhadap warga sipil dari ancaman rudal Iran yang mulai menyasar berbagai wilayah.
“Amerika Serikat telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan yang spesifik dan terbatas tersebut.”
“Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini – untuk mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat,” ujar Starmer dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan bahwa landasan utama dari kebijakan ini adalah prinsip pertahanan diri kolektif bersama sekutu lama serta komitmen untuk melindungi keselamatan jiwa warga negara Inggris yang berada di kawasan tersebut.
Gelombang kekerasan ini memuncak sejak Sabtu pagi, setelah militer Israel dan AS melancarkan serangan udara ke Iran yang menggugurkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta jajaran pejabat keamanan tinggi lainnya.
Meninggalnya Khamenei telah dikonfirmasi oleh pemerintah Iran, yang kini menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan membentuk dewan sementara.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal yang menargetkan aset-aset AS serta wilayah Israel. Kondisi ini memaksa banyak negara di kawasan Teluk untuk segera menutup wilayah udara mereka demi menghindari jatuhnya korban sipil.
Inggris Menolak Aksi Ofensif
Baca Juga:Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ini Sejumlah Kandidat Penggantinya untuk Pimpin Iran, Siapa Saja?Konflik Iran vs Israel-AS Memanas, Australia Tegaskan Tidak akan Ikut Campur
Meski memberikan dukungan logistik pangkalan, Starmer menggarisbawahi bahwa militer Inggris tidak akan ikut campur dalam operasi penyerangan atau aksi ofensif apapun terhadap Iran.
