Dunia Terancam Krisis Energi! Iran Klaim Rudal Kapal Induk AS, Selat Hormuz Resmi Ditutup

Dunia Terancam Krisis Energi! Iran Klaim Rudal Kapal Induk AS, Selat Hormuz Resmi Ditutup
Ilustrasi. Dunia Terancam Krisis Energi! Iran Klaim Rudal Kapal Induk AS, Selat Hormuz Resmi Ditutup (Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi pada awal Maret 2026 ini. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dilaporkan meluas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan langsung terhadap kapal induk kebanggaan Negeri Paman Sam, USS Abraham Lincoln.

Klaim serangan ini memicu kekhawatiran pecahnya perang terbuka yang lebih besar dan mengancam stabilitas ekonomi dunia akibat terganggunya jalur perdagangan energi utama.

Berdasarkan pernyataan resmi IRGC yang dikutip media lokal, pihak Iran mengaku telah meluncurkan empat rudal balistik yang menyasar USS Abraham Lincoln di perairan Laut Arab. Serangan ini disebut sebagai respons atas meningkatnya tekanan militer AS dan Israel di kawasan Teluk.

Baca Juga:Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ini Sejumlah Kandidat Penggantinya untuk Pimpin Iran, Siapa Saja?Konflik Iran vs Israel-AS Memanas, Australia Tegaskan Tidak akan Ikut Campur

Pihak Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa kawasan darat maupun laut akan menjadi “kuburan bagi para agresor” jika konfrontasi bersenjata terus berlanjut.

Meski demikian, hingga saat ini militer Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi atau laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa akibat klaim serangan tersebut.

Eskalasi konflik ini berdampak langsung pada jalur pelayaran internasional. Iran dilaporkan telah menutup Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak dan gas paling vital di dunia.

Langkah drastis ini langsung direspons oleh raksasa pelayaran kontainer dunia, Maersk. Perusahaan asal Denmark tersebut mengumumkan penghentian sementara seluruh aktivitas transit kapal melalui Selat Hormuz demi keselamatan awak dan kargo. Penutupan jalur ini diprediksi akan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia dan mengganggu rantai pasok global secara signifikan.

Ketegangan semakin meruncing seiring beredarnya laporan yang menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, diduga tewas dalam sebuah serangan udara.

Laporan yang melibatkan dugaan keterlibatan intelijen AS dan Israel ini belum terverifikasi sepenuhnya, namun telah memperkeruh suasana diplomasi di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancaranya dengan Al Jazeera menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyerah. Ia menyatakan bahwa target yang diharapkan Washington dan Tel Aviv melalui tekanan militer tidak akan pernah tercapai.*

0 Komentar