JABAR EKSPRES – Skema pembelian 50 unit pesawat dari Boeing untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), dikabarkan tengah dikaji oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara Indonesia).
Danantara memastikan RI siap untuk membeli 50 unit pesawat dari Boeing, sebagaimana salah satu poin kesepakatan dagang RI dengan Amerika Serikat (AS) yang telah disepakati kedua pemimpin negara terkait.
Itu disampaikan Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, dalam Exclusive Group Interview di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis. Namun, pihaknya masih mengkaji skema pembelian 50 unit pesawat Boeing tersebut.
Baca Juga:Tarif Dagang AS 19 Persen Untungkan Dunia Usaha RI, Benarkah?Ratas Bahas Tarif AS, Airlangga Sebut Negosiasi Dilanjutkan di Washington
“Ini masih pembahasan teknis, artinya kita siap membeli 50 (unit), tapi Boeing belum menjawab atau akan menjawab, dia mampunya 10 (unit), 20 (unit), itu belum,” ujarnya, dikutip Jumat (27/2/2026).
Ia menyampaikan bahwa, masih terdapat kendala untuk merealisasikan pembelian armada udara tersebut. Salah satunya terkait proses pengiriman.
Waktu pengiriman atau delivery time armada pesawat dari produsen, Boeing, ke Tanah Air dapat mencapai waktu tunggu hingga tujuh tahun.
Untuk itu, ia mengaku pihaknya masih memutar otak memikirkan skema pembelian agar pesawat dapat segera dikirimkan. “Mau milih jenis pesawat yang mana, kalau delivery time-nya juga enggak segera, kita harus diputar otak dulu kan,” kata Rohan.
“Karena masih bahas juga, maksudnya kita kan calon pembeli, kita belum bayar. Kita bilang butuh lebih cepat dari tujuh tahun, tapi antrean rata-rata seluruh dunia ya sama,” sambungnya.
Kemudian terkait skema pendanaan, ia menyebut terdapat sejumlah opsi yang berpotensi menjadi sumber pendanaan pembelian 50 unit pesawat tersebut. Termasuk skema cicilan dengan pihak Boeing langsung.
“Sources of fund itu kan bisa macam-macam ya, tapi kan suppliers credit juga ada kan, kita juga bisa nyicil ke Boeing. Itu semua negosiasi yang nanti harus dilakukan,” ujarnya.
Baca Juga:Final Negosiasi Tarif: AS Bebas, RI Kena 19 PersenBakal Dibahas Februari, Negosiasi Tarif Impor AS Jalan di Tempat?
Selain itu, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan akan memberikan suntikan modal lagi ke Garuda Indonesia, guna mendukung penambahan armada tersebut.
Pada pertengahan 2025, PT Danantara Asset Management (DAM) telah mengalokasikan suntikan modal kepada perusahaan maskapai plat merah tersebut sebesar Rp23,67 triliun.
