“Dari mulai proses pengolahannya, kemudian pengemasannya, pengiriman sampai pendistribusiannya semua harus dalam pengawasan sehingga benar-benar ketika diterima oleh siswa itu benar-benar memang layak untuk dikonsumsi, gitu,” ujarnya.
Rapat tersebut dihadiri sekitar 90 orang tua siswa dari kelas VII hingga IX. Setiap jenjang mengikuti sesi terpisah agar diskusi lebih fokus dan terarah.
“Dari pertingkat itu sekitar, ya karena per kelas 30-an siswa gitu, jadi sekitar 90 orang tua dari kelas 7, 8, 9. Karena kita pertemuannya tiga sesi tadi ya,” terang Alip.
Baca Juga:Onigiri MBG Diduga Picu Keracunan Massal di Cimahi, Ini Kata BGN!Siswa SMPN 6 Cimai Diduga Keracunan MBG Menu Onigiri, Begini Respons Orang Tua Siswa
Ketika ditanya mengenai kesimpulan rapat, Alip menegaskan bahwa tuntutan orang tua mengerucut pada dua hal utama.
“Pertama meminta berhentikan dengan SPPG yang sekarang atau vendor yang sekarang. Yang kedua meminta dialihkan kepada dapur SPPG yang lebih bisa menjamin kualitas kesehatannya,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang orang tua siswa kelas IX, Asep (49), mengaku sepakat dengan keputusan tersebut. Ia menilai kejadian dugaan keracunan ini menjadi alarm serius bagi semua pihak.
“Saya sepakat untuk pindah SPPG, karena khawatir juga ya dengan melihat kejadian kemarin itu banyak siswa bahkan guru di sekolah yang menjadi korban dugaan keracunan. Makanya saya garis bawahi agar mencari dapur SPPG yang benar-benar sesuai, serta kualitas layanan dari segi kesehatannya lebih baik,” kata Asep.
Asep mengaku sempat terkejut setelah mengetahui makanan MBG yang dibawa anaknya ke rumah diduga bermasalah.
“Kaget aja, saya pulang kerja melihat ada makanan itu (onigiri) pas buka puasa mau saya makan, terus anak bilang jangan dimakan karena bau kata anak saya tuh,” ujarnya.
Tak lama berselang, informasi mengenai dugaan keracunan tersebut ramai beredar di media sosial. Sejumlah korban diketahui mendapatkan perawatan di *RSUD Cibabat*.
Baca Juga:Puluhan Siswa di Cimahi Diduga Keracunan MBG , Status KLB Tunggu Hasil Uji LaboratoriumDugaan Keracunan Massal Warnai Program MBG di Cimahi, Ini Penjelasan Dinkes Cimahi
“Gak lama dari situ, ramailah di medsos bahwa banyak siswa keracunan dan di bawa ke RSUD Cibabat, dan saya tanya-tanya ke temen ternyata siswa-siswa sekolah yang keracunan usai diduga makan MBG itu,” kata Asep.
Salah seorang orang tua murid kelas IX lainnya, Nia (44), warga Cimahi Utara, mengatakan seluruh orang tua sepakat agar vendor dapur SPPG diganti. Kesepakatan itu bahkan langsung dituangkan dalam bentuk petisi tertulis.
