Adapun SPPG Karangmekar 02 diketahui mulai beroperasi sejak November 2025. Jumlah penerima manfaat di dapur tersebut tercatat mencapai 2.662 orang.
“Untuk awal operasional biasanya produksi 1.000 porsi, lalu bertahap ditambah sampai terakhir untuk 2.662 orang,” tuturnya.
Hanif menegaskan, setiap kejadian menonjol yang berdampak langsung pada penerima manfaat akan ditangani melalui mekanisme pengawasan ketat, disertai koordinasi lintas sektor.
Baca Juga:Siswa SMPN 6 Cimai Diduga Keracunan MBG Menu Onigiri, Begini Respons Orang Tua Siswa Puluhan Siswa di Cimahi Diduga Keracunan MBG , Status KLB Tunggu Hasil Uji Laboratorium
“Aturan dari BGN, bagi SPPG yang terkena dampak ada kejadian menonjol, kami akan selalu mengawasi para terdampak dan mengontrol terus SPPG untuk melakukan perbaikan. Juga melakukan koordinasi dengan dinas terkait, Forkopimda, Forkopimcam. Untuk warga terdampak diarahkan langsung ke puskesmas atau RS terdekat,” jelasnya.
BGN Kota Cimahi memastikan pengawasan terhadap seluruh rantai penyediaan MBG, mulai dari pemilihan menu, proses pengolahan, hingga distribusi, akan diperketat.
Hanif menegaskan, langkah tersebut diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan makanan yang diterima masyarakat tetap aman serta layak konsumsi.
“Kami akan terus melakukan evaluasi terkait pengolahan, pengawasan, dan lainnya. Pemilihan menu serta proses pengolahan hingga distribusi harus diperhatikan agar makanan yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi,” tutupnya. (Mong)
