JABAR EKSPRES – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa onigiri yang dibagikan di SMPN 6 Cimahi pada Rabu, 25 Februari 2025, menjadi sorotan setelah muncul keluhan kesehatan dari puluhan siswa, guru, hingga staf sekolah. Padahal, sebelum didistribusikan, menu tersebut disebut telah dinyatakan aman oleh ahli gizi dari pihak penyedia SPPG.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Cimahi, Alip Winarta, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menjalankan prosedur pengecekan sesuai mekanisme yang berlaku. Sekolah memiliki Person in Charge (PIC) khusus yang bertanggung jawab atas komunikasi dan distribusi MBG.
“Begitu barang datang kita cek, tadi pernyataan bahwa ini sudah ahli gizi menyatakan itu aman, maka didistribusikan,” ujar Alip saat diwawancarai Jabar Ekspres di sekolah, Jum’at (27/2/26).
Baca Juga:Orang Tua Siswa SMPN 6 Cimahi Minta Distribusi SPPG Dialihkan Pasca Kejadian Dugaan Keracunan MBG Siswa SMPN 6 Cimai Diduga Keracunan MBG Menu Onigiri, Begini Respons Orang Tua Siswa
Menurut Alip, sempat muncul pertanyaan dari pihak sekolah terkait nasi yang bertekstur agak basah. Maka, PIC sekolah pun langsung mengonfirmasi hal tersebut kepada pihak SPPG.
“Jawaban dari pihak sana (SPPG) menyampaikan komunikasi dengan ahli gizinya bahwa itu aman katanya, aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Alip, pihak ahli gizi menyampaikan bahwa menu onigiri tersebut aman dikonsumsi hingga waktu magrib.
“Iya, iya, bahkan sampai magrib pun aman katanya. Makanya teman kami PIC berani menginstruksikan untuk didistribusikan,” terang Alip.
Biasanya, sekolah melakukan uji coba makanan dengan mencicipinya sebelum dibagikan. Namun, karena bertepatan dengan bulan Ramadan, pengecekan hanya dilakukan secara visual.
“Karena kemarin ini bulan puasa kita lihat saja gitu kondisinya,” jelas Alip.
Keluhan baru muncul menjelang sore hingga malam hari, terutama dari siswa yang tidak berpuasa dan langsung mengonsumsi makanan setibanya di rumah. Laporan juga datang dari sekolah lain dengan keluhan serupa, sehingga pihak sekolah mulai mendata korban dan menyarankan penanganan medis.
Baca Juga:Dugaan Keracunan Massal Warnai Program MBG di Cimahi, Ini Penjelasan Dinkes Cimahi Imbas Dugaan Keracunan MBG di Cimahi, Operasional SPPG Karangmekar Dihentikan Sementara
“Akhirnya kami sarankan segera tindakan bawa ke rumah sakit atau misalkan yang mau ke klinik silakan,” tegas Alip.
Jumlah korban yang tercatat hingga saat ini mencapai 34 orang, dengan kondisi beragam, mulai dari rawat jalan, dirawat di rumah, dirawat di klinik, puskesmas, hingga rumah sakit.
