JABAR EKSPRES – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto mengungkapkan kesiapan membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menangani persoalan sampah.
Diantaranya dengan melibatkan perguruan tinggi dan mahasiswa. Salah satu skema yang disiapkan adalah penerjunan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.
Menurut dia, Kota Bandung memiliki modal besar berupa jejaring perguruan tinggi dan jumlah mahasiswa yang melimpah. Pernyataan itu disampaikan Brian saat kunjungan kerja ke Bandung, baru-baru ini.
Baca Juga:Kota Bogor Raih Predikat Nasional, Siap Melangkah Menuju Era Kota Bersih dan Energi SampahPemkot Bandung Uji Coba Bioaktivator di TPS3R Patrakomala, Targetkan 500 Ton Sampah Tuntas di dalam Kota
Brian mengatakan, kampus akan dilibatkan dalam pemetaan kebutuhan infrastruktur pengelolaan sampah, kajian model bisnis, edukasi masyarakat, hingga penerjunan mahasiswa.
Dia menambahkan, fokus pemetaan mencakup komposting, maggotisasi, biodigester, refuse derived fuel (RDF), serta rantai pasok pengelolaannya.
“Kampus memetakan kebutuhan komposting, maggotisasi, biodigester, RDF, sampai rantai pasoknya. Setelah itu kita usulkan ke pemerintah pusat. Jadi tidak membebani APBD,” kata Brian.
Dia menilai pendekatan tersebut lebih efisien dibandingkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah waste to energy berskala besar yang membutuhkan anggaran sekitar Rp2–3 triliun per unit.
“Kalau model ini berhasil di Bandung, tahun depan bisa diterapkan di seluruh kota di Indonesia,” ujarnya.
Brian menyebutkan, program tersebut akan melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Kota Bandung, perguruan tinggi, serta unsur TNI dan Polri untuk pengawasan. Pengawasan difokuskan pada sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), serta pasar.
Selain itu, penegakan hukum disiapkan bersamaan dengan pemberian insentif bagi pelaku usaha yang patuh.
Baca Juga:Dam Cikaret Kabupaten Bogor Dibersihkan, 13 Truk Sampah dan Beko DikerahkanBaru 30 Persen RW Kelola Mandiri, Bandung Masih Tanggung 500 Ton Sampah per Hari
“Kita jadikan Bandung panggung percontohan nasional, tahun ini kita keroyok bersama,” kata Brian.
Sebelumnya, pemerintah pusat menetapkan lima daerah sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis kolaborasi kampus dan pemerintah daerah, yaitu Bandung, Bogor, Tangerang, Purwokerto, dan Yogyakarta.
Sementara, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, timbulan sampah di Kota Bandung saat ini mencapai 1.507,85 ton per hari. Sekitar 60 persen berasal dari rumah tangga, dengan dominasi sisa makanan dan daun.
Namun, berdasarkan evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup, sampah yang benar-benar terkelola melalui pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan baru mencapai sekitar 21,63 persen. Sisanya masih berakhir di tempat pembuangan akhir atau tercecer di lingkungan.
