Kota Bogor Raih Predikat Nasional, Siap Melangkah Menuju Era Kota Bersih dan Energi Sampah

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, b bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Denni Wismanto
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, b bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Denni Wismanto, serta unsur Forkopimda dalam merayakan kemenangan pengharagaan Kota Menuju Kota Bersih di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu sore (25/2/2026). Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kota Bogor meraih predikat Kota Menuju Kota Bersih dalam penilaian nasional pengelolaan kebersihan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Rabu (25/2/2026).

Dalam penilaian tersebut, Kota Bogor menjadi salah satu dari 13 kota yang menerima penghargaan dari total 98 kota di seluruh Indonesia.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kerja panjang dan konsistensi berbagai pihak dalam menjaga kebersihan kota, termasuk dalam penanganan persoalan sampah.

Baca Juga:Emosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi PersibBSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 Juta

“Ini sebuah pekerjaan yang tidak mudah, yang perlu perjuangan dan komitmen. Alhamdulillah Kota Bogor masih dianugerahi predikat Kota Menuju Kota Bersih. Jadi ini langkah yang sudah diambil dengan keringat, perjuangan, dan akhirnya membuahkan hasil,” ujar Dedie di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu (25/2) sore.

Meski demikian, menurutnya, penghargaan tersebut justru menjadi titik awal bagi Pemerintah Kota Bogor untuk memperkuat upaya kebersihan, terutama dalam sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan sistem pengolahan sampah di bagian hilir, sementara di sisi hulu masyarakat diharapkan mulai aktif melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.

“Tetapi ini bukan pekerjaan yang sudah selesai. Sekarang adalah langkah awal, di mana kita harus menghadapi era PSEL, pengolahan sampah untuk energi listrik. Di situlah tantangannya, karena antara hulu dengan hilirnya harus nyambung,” katanya.

Ia menjelaskan, penguatan pengelolaan sampah perlu dimulai dari berbagai sektor, mulai dari rumah tangga hingga perkantoran dan industri.

“Sekarang kita sudah menyiapkan untuk hilirnya, tetapi di hulunya tetap harus kita siapkan pengolahannya, mulai dari rumah tangga, industri, kemudian juga perkantoran. Ini PR besar kita ke depan,” sambungnya.

Dedie juga mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah masing-masing sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan Kota Bogor.

Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!

Nantinya, proses tersebut akan diperkuat melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dan Bank Sampah sebelum sampah residu dikirim ke fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

“Warga Bogor pasti mau kotanya bersih. Oleh karena itu mari kita mulai pemilahan dari rumah tangga masing-masing, lalu dibantu dengan TPS 3R dan bank sampah, kemudian yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi baru dikirim ke PSEL,” ucapnya. (kar)

0 Komentar