JABAR EKSPRES – Kuasa hukum karyawan Bandung Zoo angkat bicara menanggapi pemberitaan di media berjudul “Farhan Ancam Pidanakan Pihak yang Sabotase Pakan Satwa Bandung Zoo”, yang memuat pernyataan Wali Kota Muhammad Farhan terkait ancaman pidana bagi pihak yang diduga menghambat distribusi pakan satwa.
Humas Manajemen Lama, Sulhan Syafi’i bilang, menurut kuasa hukum karyawan, pernyataan ancaman pidana tersebut harus didasarkan pada fakta hukum yang jelas dan bukan asumsi sepihak.
“Penegakan hukum tentu kami dukung sepanjang berbasis bukti dan proses yang transparan. Namun sampai hari ini, publik belum mengetahui secara jelas siapa yang dimaksud melakukan sabotase dan apa bentuk konkret sabotasenya,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Pemkot Bandung Dinilai Lakukan Cara Tak Etis terhadap Karyawan Bandung ZooWALHI Jabar: Ada Dugaan Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo!
Dia menegaskan, kesejahteraan satwa di Bandung Zoo merupakan kepentingan bersama, termasuk para karyawan yang selama ini merawat dan menjaga satwa setiap hari.
Lantas, tudingan sabotase dinilai berpotensi menggiring opini tanpa kejelasan subjek dan dasar hukum yang tegas.
Lebih lanjut, kuasa hukum mengungkapkan fakta yang terjadi di lapangan sejak 3 Februari hingga 18 Februari. Dalam rentang waktu tersebut, menurutnya, terdapat oknum-oknum yang mengatasnamakan kementerian.
Mereka diduga meminta dana talang, dari serikat pekerja untuk menutup biaya kebutuhan satwa selama masa penutupan.
“Jika benar ada permintaan dana talang kepada serikat pekerja untuk pemenuhan kebutuhan satwa, maka ini justru patut dipertanyakan,” sambungnya.
“Pengelolaan dan pembiayaan satwa adalah tanggung jawab institusional, bukan dibebankan kepada pekerja. Tindakan semacam itu berpotensi menjadi bentuk tekanan atau upaya yang justru mengganggu tata kelola yang semestinya,” tegasnya.
Pihaknya menilai, apabila ada kondisi keterbatasan pakan atau operasional, hal tersebut tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan dugaan sabotase internal, melainkan perlu dilihat secara menyeluruh dari aspek kebijakan penutupan, pengamanan lokasi, hingga kejelasan skema operasional pasca-penutupan.
Baca Juga:Bandung Perkuat Sistem Pengawasan Zoonosis di Tengah Tingginya Mobilitas HewanStatus Menggantung, Serikat Pekerja Bandung Zoo Khawatirkan Karyawan dan Satwa
Sementara itu, Zanuarzain dari pihak serikat pekerja menyatakan, sejak awal pihaknya telah memberikan sejumlah solusi dan usulan kepada Pemerintah Kota Bandung terkait skema pengelolaan satwa dan operasional selama masa penutupan.
Usulan tersebut, menurutnya, bertujuan memastikan satwa tetap terawat sekaligus melindungi hak-hak karyawan.
